NATUNA, SIJORITODAY.com — Pemerintah Kabupaten Natuna melaksanakan pembahasan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan US Embassy di Jakarta, 8 April 2019 kemarin.

Hadir dalam pembahasan kerjasama tersebut yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Bapedda, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna.

Menurut Kasubag Hubungan Antar Lembaga Kabupaten Natuna, Ronnie Indra, pembahasan kerjasama tersebut bertujuan untuk menjual potensi yang dimiliki Natuna hingga ke pentas dunia.

“Mulai dari potensi perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata dan sumber daya alam lainnya yang melimpah,” kata Ronnie.

Ronie menjelaskan, kawasan Pulau Natuna dan sekitarnya pada hakikatnya dikaruniai serangkaian potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara memadai atau ada yang belum sama sekali, antara lain sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% dimanfaatkan oleh Kabupaten Natuna sendiri.

Kemudian, pertanian & perkebunan seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit dan cengkeh.

Lanjutya, ada objek wisata bahari (pantai, pulau selam), gunung, air terjun, gua dan budidaya.

Lalu, kata Ronnie, Natuna juga memiliki ladang gas D-Alpha yang terletak 225 km di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEEI) dengan total cadangan 222 trillion cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT merupakan salah satu sumber terbesar di Asia.

“Maka dapat disimpulkan, bahwa perairan Natuna merupakan wilayah yang strategis dengan banyaknya jalur pelayaran yang melaluinya. Selain strategis, Perairan Natuna juga dikaruniai SDA yang melimpah, dan belum semuanya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia sendiri,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ronnie melanjutkan, melalui pembahasan kerjasama dengan Kemenlu RI dan US Embassy ini, diharapkan ada kesepakatan yang dihasilkan dalam hal mengembangkan lebih jauh potensi Natuna ke depannya.

Ronnie juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar pembahasan kerjasama tersebut dapat berjalan lancar, sehingga Natuna semakin dikenal oleh dunia. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap kemajuan ekonomi masyarakat maupun pembangunannya.

“Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia untuk menjaga setiap jengkal tanah, serta mengoptimalkan seluruh potensi tanah, air dan udara negara Indonesia untuk keberlangsungan hidup serta kesejahteraan seluruh rakyatnya,” ungkap Ronnie.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here