TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menggelar pelatihan pemandu wisata berbasis kompetensi di Tanjungpinang.
Kegiatan tersebut merupakan program  CSR PT Aangkasa Pura II yang diinisiasi bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispbudpar) Kota Tanjungpinang.
Executive General Manager (EGM) Bandara RHF Tanjungpinang, Muhammad Syahril, menyatakan pelatihan ini digelar selama satu bulan, dengan jumlah peserta sebanyak sebanyak 40 pemandu wisata muda.
“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap perkembangan pariwisata Tanjungpinang. Terutama dari segi SDM pariwisata itu sendiri,” kata Muhammad Syahril saat pembukaan pelatihan di Hotel Aston, Tanjungpinang, Senin (9/9).
Syahril mengharapkan melalui pelatihan ini akan lahir pemandu wisata baru yang berkualitas dan tentunya bisa bersaing dengan pemandu wisata dari luar Tanjungpinang.
Menurut dia, sejauh ini berdasarkan laporan dari Disbudpar, keberadaan pemandu wisata di Tanjungpinang sudah semakin berkurang.
Selain itu lanjutnya, wisatawan luar yang datang ke Tanjungpinang selama ini lebih banyak membawa pemandu wisata sendiri.
“Kita maunya, paket wisata termasuk pemandu wisatanya itu dari masyarakat sini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Syahril menekankan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan pelatihan ini untuk menguasai informasi dunia pariwisata khususnya yang ada di Tanjungpinang.
Di samping itu, para peserta juga diharapkan dapat menekuni kemampuan berbahasa, minimal tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin.
“Kami berharapa 40 orang ini nantinya menjadi pioner duta pariwisata Tanjungpinang,” imbuhnya.
Dia menambahkan, usai pelatihan ini semua peserta akan mendapatkan sertifikat pemandu wisata dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selanjutnya, ke 40 peserta tersebut akan diserahkan ke Disbudpar untuk diberdayakan dalam menunjang kegiatan pariwisata di daerah itu.
“Kami tidak mau hanya sekadar pelatihan saja, tapi mereka harus diberdayakan nantinya. Tugas kami cuma membantu mensertifikasi SDM yang memang layak menjadi pemandu wisata,” tutur Syahril.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi, mengapresiasi pihak PT Angkasa Pura II yang telah ikut mendorong melahirkan pemandu wisata yang berkompetensi sesuai persyaratan.
Menurut Surjadi, peningkatan SDM pariwisata merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh pemerintah daerah, dalam menyongsong penerapan penuh Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2020 mendatang.
“Di era MEA nantinya, pemandu wisata dari luar negeri boleh bekerja di Indonesia. Tentu langkah terbaik kita ialah menyiapkan SDM yang layak dan cakap,” ucap Surjadi.
Dia katakan, kegiatan ini juga sesuai dengan nisiasi visi dan misi Pemkot Tanjungpinang bahwa pariwisata merupakan penggerak ekonomi yang dapat menggerakkan roda ekonomi dan pembangunan Tanjungpinang
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here