TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Polres Bintan, mengamankan lima tenaga kerja ilegal yang terdiri dari empat TKI dan satu TKA asal Bangladesh, serta satu Anak Buah Kapal (ABK) yang terdampar di Pantai Dinda, Kabupaten Bintan, Senin (9/9) malam atau sekitar pukul 21.30 WIB.
“Mereka diamankan setelah adanya laporan dari warga sekitar, bahwa sejumlah orang tak dikenal terdampar di Pantai Dinda,” kata Kasat Polairud Polres Bintan, AKP Suardi, Selasa (10/9).
Menurut Suardi, kelima tenaga kerja ilegal berikut ABK itu terdampar akibat speedboat yang mereka tumpangi menabrak karang.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, speedboad 200 PK yang digunakan itu bergerak dari Telaga Punggur, Batam menuju negara Malaysia sekitar pukul 20.30 WIB.
“Di dalam perjalanan mereka dikejar oleh kapal bea dan cukai, sehingga menyebabkan kapal hilang kendali lalu menabrak karang di perairan Pulau Bintan,” ungkap Suardi.
Adapun identitas empat TKI yang diamankan polisi yakni Junaidi, Muhtar, Lukman, yang merupakan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kemudian Muhammad Iqbal, warga Alubu Jalan, Aceh.
Selanjutnya Mir, TKA asal Bangladesh, lalu ABK speedboat bernama Sugeng Hermanto.
“Sementara satu tekong yang bernama Jupri kabur setelah terdampar di pantai tersebut,” jelasnya.
Saat ini keseluruhan penumpang speedboat telah diamankan di Satpolair Polres Bintan di Mapolres Bintan.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here