TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kelurahan Tanjung Unggat memutuskan tidak ada pemilihan RT 01/RW 01 untuk Warga Gudang Minyak, Kota Tanjungpinang, meskipun puluhan aspirasi warga yang datang pada mediasi ke-3 menginginkan pemilihan RT 01 yang benar harus dilakukan.

Dalam mediasi tersebut, puluhan warga RT 01 Gudang Minyak tetap meminta pemilihan RT yang benar dilakukan. Karena warga menilai pelantikan RT 01 yang dilakukan Lurah setempat diduga melanggar Perda dan Permendagri tentang lembaga kemasyarakatan. Banyak warga RT 01 tidak terlibat dalam pemilihan RT tersebut.

“Keputusannya kita tetap melanjut RT 01/RW 01, karena SK nya sudah terbit, untuk batalkan SK itu butuh beberapa poin,” ujar Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah, saat menggelar rapat musyawarah warga RT 01 di SD 005 Bukit Bestari, Jumat (20/09/2019).

Poin yang di maksud oleh Lurah, yaitu kecuali RT yang dilantik Lurah tersebut meninggal dunia, membuat sifat tercelah dan mengundurkan diri. Menurut Lurah, poin itu warga RT 01 tidak dapat memenuhinya.

Disinggung RT 01 tidak dipilih oleh seluruh warga setempat dan dipilih oleh kelompok tertentu, Mirwansyah mengatakan RT tersebut sudah dikeluarkan SK nya dan untuk membatalkannya tidak mudah.

Dalam musyawarah ketiga ini, warga tampak merasa geram. Warga mengatakan bahwa Lurah tidak mengerti undang-undang bahkan aturan yang berlaku. Lurah juga dituding oleh warga telah memihak ke Panitia yang dipilih oleh organisasi Ikatan Pemuda Gudang Minyak (IPGM).

“Lurah harus tegas, dan mesti turun ke warga RT 01, jangan hanya bicara saja, liad kenyataannya,” kata Joni warga setempat.

“Pak Lurah jangan memihak ke mereka (panitia,red), ini aspirasi warga loh yang datang berdasarkan undangan bapak,” kata Ida warga setempat juga.

Dua orang warga juga komplen ke Lurah karena dinilai tidak menghargai warga ketika warga berbicara. Warga sedikit emosi karena ia berbicara sedangkan Lurah keasyikan berbisik-bisik dengan Bhabinkamtibmas.

“Saya ini berbicara pak Lurah tolong dihargai, kalau tak mau didengar warga bicara, jangan undang kami,” kata Joni.

Kemudian terkait kebijakan Lurah pada mediasi kedua beberapa waktu lalu, yang membuat keputusan pemilihan RT 01 dapat dilakukan apabila warga setempat yang ingin pemilihan RT bisa memenuhi 50%+1 dari 116 Kartu Keluarga (KK).

Artinya 59 KK harus terpenuhi untuk dilakukan pemilihan RT. Keputusan Lurah itu disepakati bersama antara warga dan warga sudah bekerja menjalankan keputusan Lurah. Diperjalanan Lurah kemudian membatalkan keputusan 50%+1 tersebut dengan alasan dikomplen warga yang tidak menginginkan itu.

“Kita dibohongi oleh Lurah kalau macam ini, ini pembohongan publik,” kata warga.

Namun Lurah merasa tidak membohongi masyarakat, karena dalam pertemuan sebelumnya itu yang datang ramai.

“Saya merasa tidak membohongi masyarakat,” katanya.

Musyawarah ketiga ini tidak dihadiri oleh panitia dari IPGM. Terlihat warga melampiaskan kemarahannya dihadapan Lurah karena tidak dapat memihak ke masyarakat ramai. Lurah pun tampak tersenyum menghadapinya.

Terkait hal ini, warga rencananya akan melakukan aksi demo di kantor Lurah dan kantor Wali Kota Tanjungpinang untuk meminta mengganti Lurah Tanjung Unggat karena dinilai tidak bisa bekerja sebagai Lurah.

(Ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here