BINTAN, SIJORITODAY.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),¬†Yohana Susana Yembise, meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (7/10).
Menurut Yohana, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan tersebut merupakan bentuk komitmen pihak perusahaan BIE untuk mendukung program pemerintah yaitu melindungi hak-hak perempuan.
“Saya sangat mengaresiasi pihak perusahaan BIE yang begitu responsif terhadap isu gender,” ujarnya, Senin.
Dikatakannya, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan ini menjadi suatu wadah dalam menangani laporan kasus kekerasan, diskriminasi, maupun eksploitasi yang dialami oleh perempuan.
Lanjutnya, penanganan laporan itu nantinya akan ditangani secara terpadu oleh pihak perusahaan BIE, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bintan serta Kementerian PPPA Republik Indonesia.
“Sehingga kita harapkan ke depan tidak ada lagu kasus perempuan di Kabupaten Bintan,” jelas Yohana.
Sementara itu, General Manager Perusahaan BIE, Aditya Laksamana, menyatakan pihaknya memang memiliki kepedulian yang besar terhadap perlindungan pekerja perempuan.
Tidak hanya Rumah Pekerja Perlindungan Perempuan, lanjutnya, ke depan juga akan dibangun fasilitas ruang bermain anak.
“Saat ini dari 17 perusahaan di lingkungan BIE, sembilan di antaranya sudah membuat ruang laktasi atau menyusui,” sebut Aditya.
Kemudian, lanjutnya, dari total 4.414 karyawan BIE, tercatat pekerja wanita lebih mendominasi, yakni 2.334 orang atau 54 persen, sementara pekerja laki-laki 2080 orang atau 46 persen.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here