NATUNA, SIJORYTODAY.com – – Kodim 0318 Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan Pembinaan Teritorial Terpadu (Binter) Tahun 2019, Di Gedung Sri Srindit, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan ini dengan Tema ” Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui Kegiatan Wawasan Kebangsaan Guna Memantapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang Yang Tangguh “.

Binter Terpadu tersebut dalam upaya memberikan manfaat yang baik bagi Masyarakat dan merupakan suatu wujud nyata dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam kata sambutan menyampaikan, Kemajuan dan Perkembangan disegala bidang begitu pesat terjadi dewasa ini, terutama perubahan terkait teknologi informasi yang terus menerus mempengaruhi pola kehidupan, Gaya hidup dan pola pikir Manusia.

” Hal ini juga terjadi pada kalangan generasi Muda yang gandrung akan berbagai produk hasil kemajuan teknologi terutama teknologi informasi sehingga di era digitalisasi dewasa ini dapat kita lihat peranan generasi muda Indonesia dalam membangun Bangsa dinilai semakin menurun, ” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, Generasi muda harus di selamatkan Mentalnya, Karakternya, Rasa nasionalisme dan Kepedulian terhadap masa depan Bangsanya, karena nasib Bangsa ini akan sangat bergantung pada kondisi generasi muda saat ini.

” Untuk itu, Tidak berlebihan kiranya aas nama Pemerintah Kabupaten Natuna yang merupakan salah satu wilayah perbatasan NKRI diujung utara ini, Menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi pihak Korem 033/Wira Pratama yang telah menggelar kegiatan ini, ” ucapnya.

” Melalui memntum yang bahagia ini, Kita sama berharap agar para peserta khususnya Ananda sekalian sekalian para pelajar, Tunas muda kebangsaan Negeri mendafat kan informasi, Pengertian sekaligus memahami wawasan kebangsaan guna memupuk rasa Nasionalisme pada diri, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Staf Resort Militer 033/Wira Pratama, Kol. Inf. Jimmy Wanuseke, dalam kata sambutan menyampaikan, Kecerdasan intelijensi yang dibalut dengan disiplin moral dan karakter bagaikan sebuah peluru tajam yang mampu melesat cepat menembus benteng-benteng penghalang dalam persaingan global. Perkembangan digitalisasi yang tak diimbangi disiplin dan moral akan membawa dampak negatif bagi wawasan kebangsaan, termasuk sikap apatisme dan individualistik.

” Maka dari itu, Jika dibiarkan, gejala tersebut ibarat bom waktu, Masyarakat akan mudah disusupi paham-paham yang mengancam integrasi Bangsa dan Negara, ” ucapnya.

Ia juga mengatakan, Pola preventif ini akan melatih sikap responsif serta menguatkan sikap “Autokontrol” terhadap penyimpangan di Masyarakat yang bermuara pada sebuah ancaman. Indonesia yang berdemokrasi Pancasila membuka ruang diskusi bagi siapapun.

” Disiplin dan moral adalah salah satu kunci merawat karakteristik Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, sebagaimana para pendiri bangsa meletakkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah Bangsa, ” paparnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Para Pelajar se-Kabupaten Natuna.

( Iwan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here