TANJUNGPINANG, SIJORITODAY —  Wabah Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang sudah melanda Asia merupakan ancaman bagi peternakan babi di Indonesia. Untuk menanggulangi wabah tersebut, pihak Karantina Pertanian Tanjungpinang memperketat pengawasan di pelabuhan internasional Bandar Seri Udana Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (09/12) yang dikelola oleh PT. BIIE.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan masuk dan tersebarnya virus ASF melalui barang bawaan (handcarry) penumpang kapal ferry di pelabuhan tersebut.
Dorisman selaku Medik Karantina Pertanian Wilayah Kerja Tanjung Uban menegaskan bahwa pemeriksaan barang bawaan penumpang dilakukan guna mencegah masuknya media pembawa virus ASF yang mungkin dibawa penumpang ferry.

” Virus ini tidak membahayakan bagi manusia, namun sangat mematikan terhadap babi. Virus ASF menyebar sangat cepat dan menyebabkan kematian babi secara massal. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar terutama bagi para peternak dan pelaku usaha peternakan babi.

Saat ini penyebaran virus ASF di Asia telah menyebar di China, Kamboja, Vietnam, Filipina dan terakhir dilaporkan Timor Leste.
“Untuk itu, Karantina Pertanian Tanjungpinang terus berupaya memperketat pengawasan terutama di pintu masuk dan keluar (bandara, pelabuhan) khususnya Tanjungpinang dan Bintan,” ujarnya.

Editor: Taufik Kurahman
Sumber: Diskominfo Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here