TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh bapak kandungnya terjadi di Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Sang bayi laki-laki berinisial A berumur 3 bulan ini harus mengalami luka dibibir dengan kondisi pecah dan hidung berdarah. Bagaimana ceritanya hingga sang bayi mendapatkan perlakuan seperti ini dari ayahnya?

Kasus kekerasan tersebut bermula pada hari Sabtu (4/12), dini hari, di rumah korban daerah Batu 5 Atas Tanjungpinang Provinsi Kepri. Saat itu sang ibu baru saja pulang kerja akibat lembur hingga jam 02.00 Wib. Ia terkejut melihat anaknya yang bungsu terus menangis dengan kondisi bibir pecah dan hidung berdarah.

Seperti biasa, selama bekerja, sang ibu selalu menitip ketiga anaknya diasuh oleh suaminya inisial E di rumah. Selama pengasuhan itulah terjadi kekerasan. Tidak ada orang lain di rumah kecuali suami dan ketiga anaknya.

‘’Yang paling parah saat ini terhadap anak saya yang paling kecil berusia 3 bulan. Saya tidak kuat lagi sehingga ingin melapor ke pihak terkait,’’ ujar D, ibu korban.

Sambil menangis, ibu korban ini langsung menghubungi pihak Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri. Disitu, ibu korban menceritakan kronologis kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada sang bayi.

Disamping itu, selain sang bayi ternyata kedua anaknya yang berusia 4 dan 2 tahun juga tidak luput dari kekerasan seperti dipukul dan dicubit. Namun selama ini, ibu korban tidak melaporkannya. Sebab, ia ingin pelaku yang merupakan suaminya tersebut berubah.

‘’Saya tidak kuat lagi Pak, saya ingin melapor dan ingin memberikan pelajaran buat suami saya. Karena tidak kuat sering terjadi KDRT dalam rumah tangga, saya ingin berpisah saja,’’ ujar D penuh harap.

Atas laporan tersebut, KPPAD Provinsi Kepri sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie untuk penerimaan pengaduan di bagian SPK Polres Tanjungpinang dan proses hukum selanjutnya.

Bahkan, KPPAD Kepri juga sudah berkoordinasi dengan Eka, Kasi di Pusat Pelayanan Terpadu perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kepri untuk segera mendampingi korban, yaitu korban anak dan juga ibunya yang juga menjadi korban KDRT.

Anggota Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

Sementara, salah seorang anggota KPPAD kepada sijoritoday.com, Ery Sahrial mengatakan bahwa kasus tersebut telah diserahkan kepada pihak polisi dan KPPAD tetap mendampingi kasus ini hingga tuntas. Hal tersebut dilakukan agar pelaku dapat diamankan secepatnya.

“Jadi korban dipukul ayahnya saat korban diasuh ayahnya ditinggal ibunya yang sedang bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, D terpaksa bekerja hingga larut malam sebagai SPG. Sementara suaminya sudah lama jadi pengangguran,” kata Ery. (TK)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here