TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com–Seiring popularitasnya, WhatsApp menjadi aplikasi paling menderita tahun silam. Menderita di sini adalah WhatsApp menjadi aplikasi yang paling banyak diblokir terkait penutupan internet di berbagai negara. WhatsApp menderita 6.236 jam gangguan, berdasarkan studi dari Top10VPN.

User di negara seperti Sri Landa dan Sudan menjadi yang paling banyak terdampak. Dikutip dari Independent, bukan tanpa alasan WhatsApp kena banyak cekal. Dia sering jadi andalan warga sipil untuk koordinasi saat terjadi kericuhan di sebuah negara.

“Menutupnya membuat hampir tidak mungkin bagi orang-orang untuk berkomunikasi di situasi seperti itu, memudahkan otoritas untuk menjaga cengkeraman kekuasaan,” kata Samuel Woodhams, penulis laporan tersebut.

Platform lain yang menderita gangguan signifikan tahun 2019 silam selain WhatsApp adalah Facebook, Twitter dan YouTube.

“Menakutkan betapa mudah pemerintahan otoritas mematikan platform seperti WhatsApp atau bahkan internet secara keseluruhan. WhatsApp bergantung pada lisensi pemerintah dan dipaksa mematuhi permintaan pemerintah agar terus bisa beroperasi,” paparnya.

Studi ini mengestimasi kerugian ekonomi akibat pemblokiran internet secara global mencapai USD 8 miliar. Terjadi 122 pemblokiran skala besar di 21 negara.

Negara-negara yang paling terimbas adalah Irak, Sudan, India, Venezuela dan Iran. Pemblokiran internet atau WhatsApp seperti diketahui, biasanya dilakukan jika ada kerusuhan sipil. (*)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here