KARIMUN, SIJORITODAY.com – – KRI Krait-827 jajaran Guskamla Koarmada I melaksanakan penangkapan terhadap kapal speed boat tanpa nama jenis High Speed Craft ( HSC ) mesin tempel merk Suzuki 250 x 6 berbendera Indonesia di perairan utara Nongsa Batam pada posisi 01° 12′ 51″ U – 104° 04′ 11″ T dengan muatan Rokok Ilegal, pada hari Kamis 8 Oktober 2020 sekitar pukul 03.00 Wib.

Barang yang diamankan sebanyak 598 kardus rokok ilegal merk Luffman dan juga ABK 14 orang termasuk nahkoda Hal ini disampaikan Bagian Humas Lanal TBK melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu ( 9/10/2020 ), malam.

Disampaikan kronologis penangkapan, pada pukul 03.00 Wib, KRI – Krait 827 mendapat perintah dari Guskamla koarmada I untuk menempati sektor penyekatan di perairan Sengkuang Batam, berdasarkan informasi intelijen akan ada High speed craft (HSC) dari malaysia menuju sengkuang Batam.

Kemudian, sekitar pukul 03.20 Wib pada saat KRI – Krait 827 melaksanakan patroli di perairan utara Nongsa Batam dengan halu 070° kecepatan 10 knot pada posisi 01° 12′ 51″ U – 104° 04′ 11″ T, Juru radar melihat kontak di radar terdapat sebuah kapal pada jarak 4 Nm sedang berlayar dari arah barat dengan halu menuju alur masuk Sengkuang dengan kecepatan 40 knot yang diduga adalah High Speed craft (HSD).

Atas dasar tersebut, Komandan KRI Krait – 827 memerintahkan stop  mesin dan melaksanakan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Tim sekoci KRI – Krait 827 bergerak mengikuti arah pergerakan HSC, dan setelah HSC  mengurangi kecepatan posisi di alur masuk dan sebelum sandar dulu di dermaga Sengkuang, tim sekoci  KRI – Krait langsung merapat di lambung Kiri HSC pada pukul 04.05 WIB pada posisi 01° 12′ 51 ” U -104° 04′ 11″ T, selanjutnya speed tanpa tersebut dibawa merapat ke KRI Krait – 827 dan kemudian dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan. 

Dari hasil pemeriksaan HSC tidak memiliki dokumen SPB melanggar pasal 219 ayat 1 Jo pasal 23 ayat 1 UU Pelayaran nomor 17 tahun 2008, ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 600 juta. 

Serta tidak memiliki dokumen muatan melanggar pasal 13 ayat 4 Jo pasal 205 ayat 1 UU pelayaran nomor 17 tahun 2008 ancaman pidana penjara maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal 200 juta. 

Selanjutnya berdasarkan perintah Kotas HSC dikawal menuju Lanal TBK untuk proses hukum lebih lanjut. Speed boat tanpa nama  tangkapan KRI Krait – 827 diserahkan kepada Lanal TBK.

“Serah terima dilakukan dari Komandan KRI Krait – 827  diwakili oleh Pgs. Kadep Ops Letda Laut (P) Hendriko Sitorus kepada Komandan Lanal TBK diwakili oleh Pgs. Pasops Lanal TBK Kapten Laut (P) Bagus Setiawan bertempat di geladak utama KAL Pelawan I – 4-67 di dermaga Mako Lanal TBK Jl. Nusantara Kel. Balai Kota Kecamatan Karimun Kabuoaten Karimun pada Kamis 8 Oktober 2020 pada pukul 16.45 hingga17.30 Wib “, pungkasnya. (Sunar)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here