TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Bahtiar Baharudin meminta seluruh Walikota/Bupati se Provinsi Kepri menerbitkan himbauan kepada masyarakat untuk mengindari kerumunan massa.

Penerbitan surat himbauan tersebut tertuang dalam surat edaran Pjs Gubernur Nomor 330/ 1426/ Kesbangpol-Set/2020 tentang Menjaga Keamanan dan Ketertiban Serta Menghindari Kerumunan Massa di Daerah Wilayah Provinsi Kepulauan Riau itu menyikapi tingginya eskalasi politik akibat disahkannya UU ombibus law Ciptaker.

“Meminta Bupati/Walikota se Provinsi Kepri untuk mengeluarkan himbauan di daerah masing-masing hingga tingkat RT/RW untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindari kerumunan massa dan unjuk rasa yang dapat menyebarkan Covid-19,” katanya, Senin (12/10).

Bahtiar meminta setiap pelanggar protokol Kesehatan untuk ditindak dengan tegas.
“Memperketat pemberlakuan protokol kesehatan kesehatan serta wajib melakukan penindakan secara tegas atas pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar setiap rektor dan pimpinan perguruan tinggi untuk menghimbau mahasiswa agar tidak mengikuti aksi unjuk rasa yang dapat mengarah pada anarkisme, premanisme dan terorisme.
“Kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi diminta menghimbau mahasiswa agar tidak mengikuti aksi unjuk rasa yang dapat mengarah pada anarkisme, premanisme dan terorisme,” lanjutnya.

Selain itu ia juga meminta agar Kepala Kanwil Kemenag dan Kadisdik Provinsi Kepri menghimbau pelajar dan santri tidak mengikuti unjuk rasa.

Bahtiar juga meminta agar ketua ormas dan serikat buruh menghimbau pengurus, masyarakat dan pekerja menghindari kerumunan massa.

Ia juga meminta agar warga yang tidak setuju dengan UU ombibus law Ciptaker mengusulkan secara tertulis pemprov Kepri atau walikota/Bupati atau melalui jalur hukum. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here