Sekdakab Bintan Adi Prihantara

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Pemda Bintan menunggak iuran penerangan jalan umum kepada pihak PT PLN sekitar Rp 1,5 miliar. Hal ini mengancam lampu jalan yang menggunakan tenaga listrik PLN akan diputus sementara waktu.

Sekdakab Bintan Adi Prihantara angkat suara menyikapi ancaman itu. Ditemui di Kantor DPRD Bintan, Adi menjelaskan tunggakan tersebut disebabkan evaluasi APBD perubahan yang prosesnya belum selesai hingga saat ini.

Namun, Adi memastikan, jika pembayaran tunggakan itu akan dilakukan pada Jum’at (23/10) mendatang. “Ia nomor (evaluasi APBD perubahan) dari Gubernur hari ini keluar, Insya Allah Jum’at dilunasi,” ungkap Adi, Rabu (21/10).

Ia pun meminta waktu kepada PLN untuk mengurungkan niatnya memutus aliran listrik ke instalasi lampu penerangan jalan. Hal ini demi kemanusiaan.

“Ya kami mohon maaf menunggak, tapi kita akan bayar. Sekarang kita melihat sisi kemanusiaannya lah, inikan demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, Pemda Bintan mengikuti aturan tata kelola keuangan dengan baik serta sesuai mekanismenya.

Sebelumnya beredar pesan pemberitahuan rencana pemutusan seluruh lampu jalan di Kabupaten Bintan karena tunggakan Pemda Bintan dan ingkar terhadap kesepakatan ddan sudah diberikan dispensasi selama 2-3 bulan oleh PLN.

Hari ini, Rabu (21/10) rencana PLN memutus lampu jalan akan dilakukan. Pesan itu disampaikan langsung Manager PLN Kijang Dian Indri S.

Namun, saat dikonfirmasi manager PLN Kijang Dian Indri belum memberikan jawaban. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here