Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo

BINTAN,SIJORITODAY.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan melayangkan surat panggilan pertama kepada RS, tersangka kasus dugaan korupsi PT BIS yang merupakan BUMD Bintan. RS dipanggil setelah sembuh dari Covid-19 usai menjalani isolasi mandiri.

Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo menyampaikan, bila hingga tiga kali pemanggilan, tersangka RS tak juga mengindahkan. Maka, tindakan tegas akan dilakukan.

“Ini surat panggilan pertama, bila sampai tiga kali tak juga datang, maka kita akan lakukan upaya paksa,” tegas Sigit, Senin (4/1).

Dari kasus tersebut, Kejari Bintan sudah memulihkan kerugian negara sebesar Rp 905 juta dari total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 1,7 M.

Selain RS yang merupakan direktur PT BIS, Kejari Bintan sudah menahan tersangka TD yang merupakan Kepala Divisi Keuangan PT BIS.

Modus operandi kedua tersangka dengan memberikan pinjaman modal kepada mitra kerja PT BIS terhadap sejumlah perusahaan, nelayan dan waralaba.

Namun, pinjaman yang diberikan macet dan tidak dibayarkan. Hanya sebagian pengusaha yang membayarkan. “Jadi keseluruhan yang di pinjamkan ada tujuh, yang didalamnya ada pengusaha, nelayan dan waralaba,”ungkapnya.

Dalam perkara ini tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 KUHP. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here