TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Keluarga pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia merasa ragu dengan hasil pemeriksaan medis RSUD Raja Ahmad Thabib.
Keraguan keluarga itu bermula dari petugas pemakaman jenazah yang tidak menggunakan baju hazmat. Tampak hanya dua petugas yang menggunakan hazmat sementara petugas yang lain hanya menggunakan masker.
Selain petugas pemakaman, hal serupa juga terjadi pada petugas ambulance yang tampak hanya menggunakan masker

Anak dari pasien Covid-19 yang enggan disebutkan namanya menerangkan, sebelum meninggal dunia, pasien sempat dirawat di RSUD RAT setelah tak sadarkan diri saat terjatuh di kamar mandi.
Di RSUD RAT, pasien di diagnosis dokter sementara mengalami stroke dan ada indikasi pembuluh darah di kepala yang pecah.
“Bapak saya sempat jatuh waktu keluar kamar mandi dan sempat jatuh dari tempat tidur, setelah itu keadaan beliau kurang respon jadi terpaksa dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib. Setibanya di rumah sakit dokter mengatakan stroke dan ada indikasi pembulu darah dikepala pecah, selain itu tensinya tinggi sampai 230 dan kadar oksigen dalam darahnya cuma 88,” ujarnya, Selasa (27/7/2021).
Lanjutnya menerangkan, setelah dilakukan rapid antigen, pasien langsung dinyatakan positif Covid-19 dan dimasukkan ke ruangan isolasi.
“Kami merasa ada kejanggalan lantaran usai memandikan jenazah para petugas melepas baju hazmat (APD) hingga di pemakaman. Bahkan petugas di dalam ambulance juga tidak menggunakan APD,” terangnya.
Sementara itu, Santi Kasubag Informasi dan Pemasaran RSUD RAT menjelaskan, petugas ambulance tidak perlu memakai baju hazmat jika jenazah sudah dimasukkan ke dalam peti jenazah.
“Setelah jenazah selesai semua, dan jenazah sudah kita masukan dalam peti, dan peti kita wrapping serta disterilkan tidak perlu pakai hazmat lagi, kalau memandikan harus menggunakan hazmat karena masih terpapar,” jelasnya .
Menurutnya, sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, cukup menggunakan APD level 1 dan 2 sehingga siapapun boleh ikut saat menyolatkan jenazah.
“APD Level 1 menggunakan masker bedah, sarung tangan pemeriksaan dan gaun seperti laboratorium jas, sementara APD level 2 menggunakan penutup kepala, geogle, masker bedah, gaun, sarung tangan habis pakai,” tambahnya.
(Mis)
Editor: Nuel












































