
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Sejak awal mula pandemi Covid-19 melanda tanah air, para tenaga kesehatan (nakes) ‘dipaksa’ untuk turun langsung memerangi virus yang menyebabkan ribuan orang meninggal itu.
Mereka didaulat menjadi garda terdepan menanggulangi pandemi. Tak sedikit pula diantara mereka yang gugur karena harus terjangkit Covid-19 saat melawan pandemi. Mereka gugur sebagai pahlawan.
Dilingkup kecamatan, para nakes yang berdinas di puskesmas juga harus mengeluarkan keringat lebih banyak untuk mensukseskan program vaksinasi massal. Mereka menyakini jika vaksinasi dapat menyudahi pandemi Covid-19.
Kepala Puskesmas Toapaya Burhan menyampaikan jika seluruh nakes yang bekerja di puskesmasnya memiliki semangat untuk sama-sama menyelesaikan pandemi Covid-19 dimana salah satu caranya mensukseskan vaksinasi.
“Kegiatan yang menguras tenaga sekarang kan vaksin sama penanganan covid, staf semua sadar dengan vaksin kasus akan semakin turun,” ungkap Burhan, Senin (13/9).
Lebih lanjut Ia menyampaikan jika progres vaksinasi khususnya di Kecamatan Toapaya sudah mendekati angka 100 persen. Tak hanya warga Toapaya, para pelajar yang tengah mondok di beberapa pesantren yang ada di Kecamatan Toapaya juga menjadi sasaran vaksin. “Karena anak pesantren juga banyak yang dari luar juga,” katanya.
Awal-awal vaksinasi kata Burhan, petugas sempat kualahan meladeni warga yang ingin di vaksin. Bahkan dalam sehari target mereka 200 orang warga bisa divaksin. Namun lambat laun, target itu mulai berkurang karena sudah banyak warga yang menerima vaksin.
“Awal-awal memang berat, tapi kita yakinkan kepada petugas kita bahwa vaksin bisa menurunkan angka penyebaran. Sehingga semangat itu yang kadang menghilangkan rasa lelah teman-teman nakes kami,” paparnya.
Malah terkadang, nakes yang bertugas di poli terpaksa rangka jabatan untuk melayani warga yang ingin divaksin. Namun hal itu tak menjadi masalah karena memang semua berkeinginan pandemi ini segera berakhir.
“Tiap hari yang terlibat di vaksin itu minimal 14 orang. Jadi yang tugas di poli sering merangkap,” kata Burhan.
Data pekan lalu, persentase capaian vaksinasi di Kecamatan Toapaya sudah mencapai 87,92 persen sedangkan vaksinasi pelajar usia 12 s.d 17 tahun sudah mencapai 73 persen. “Kami berkeinginan seluruh warga bisa divaksin,” ujarnya.
Tingginya pencapaian vaksinasi terbukti menurunkan angka penularan Covid-19 di Kepri, kini total kasus di Kepri per 12 September 2021 mencapai 53.040 kasus dengan rincian kasus aktif tersisa 1,09 persen atau 578 kasus sedangkan yang sembuh mencapai 95,70 persen atau 50.758 kasus dan yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 1.704 orang atau 3,21 persen.
Angka ini jauh menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, hal ini disebabkan capaian vaksinasi di Kepri juga sangat tinggi. Pada dosis pertama warga Kepri yang sudah divaksin sebanyak 771.062 atau 78,07 persen dari sasaran target sebanyak 1.072.244 warga Kepri sedangkan vaksin pelajar usia 12 s.d 17 tahun di Kepri yang sudah menerima vaksin sebanyak 102.847 orang atau 74,76 persen dari sasaran target sebanyak 155.255 orang pelajar di Kepri.
“Salah satu yang bikin kasus turun ini ya karena angka vaksin di Kepri lumayan tinggi,” kata Burhan.
Namun begitu, bukan hanya soal vaksin. Burhan juga menyampaikan jika kedisiplinan dan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan (protkes) juga penting. Sehingga, kebiasan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga harus diterapkan dalam kebiasaan di era pandemi.
“Percuma juga sudah divaksin tapi kita masih abai dengan protkes. Justru harus ditingkatkan kedisiplinan kita terhadap protkes meskipun sudah divaksin, supaya pandemi ini bisa benar-benar segera berakhir,” katanya. (Btn)
Editor : Redaksi







































