TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tanjungpinang terus memantapkan persiapan belajar tatap muka yang direncanakan akan digelar pada Senin (4/10) pekan depan.
Sejumlah sarana prasarana dan persyaratan administrasi sesuai ketentuan SKB 4 Menteri pun sudah dimantapkan.
Seperti Satgas Covid-19 di sekolah misalnya, SMAN 4 Tanjungpinang sudah membentuk Satgas yang terdiri dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah, guru dan siswa.
Satgas yang beranggotakan 20 orang lebih ini akan bertugas memastikan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
Selain Satgas, SMAN 4 Tanjungpinang juga sudah menjalin kerja sama dengan Puskesmas Sei Jang, kerja sama ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama belajar tatap muka.
“Ada Satgas Covid-19, kerjasama dengan instansi kesehatan terdekat seperti Puskesmas Sei Jang,” kata Nursanti, Wakil Kepala SMAN 4 Tanjungpinang Bidang Kurikulum, Kamis (30/9).
Untuk sarana prasana, Nursanti menyebut sekolah telah menyiapkan ruang isolasi sementara, termo gun, westafel cuci tangan, sabun, air mengalir dan hand sanitizer.
Dalam teknis belajar tatap muka, sekolah membagi siswa ke dalam dua kelompok dan dua sesi pembelajaran.
Setiap kelasnya, siswa dibatasi maksimal 50 persen atau 20 orang per kelasnya. Jam pelajaran yang tadinya 10 jam pelajaran per hari pun dikurangi menjadi 8 jam pelajaran.
Pekan pertama hingga kedua dalam bulan pertama belajar tatap muka, sekolah akan membagikan jadwal belajar tatap muka, seperti hari Senin dan Selasa hanya siswa kelas 10 dan 12 yang belajar tatap muka sementara Rabu dan Kamis giliran siswa kelas 11.
Hari Jumat dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan keimanan dan ketaqwaan warga sekolah.
Selama proses belajar tatap muka di pandemi, sekolah akan meniadakan jam istirahat dan menutup kantin sekolah untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.
Nursanti menuturkan, siswa yang mengikuti belajar tatap muka sudah mengantongi persetujuan dari orang tua dan sudah vaksin minimal dosis pertama.
Berdasarkan data pertengahan September kemarin, dari 1.180 siswa hanya 100-an lebih yang belum vaksin.
Meski demikian, ia memastikan bahwa siswa yang tidak dapat mengikuti belajar tatap muka, dapat mengikuti belajar daring.
“Yang tidak hadir tatap muka tetap belajar daring,” ucapnya.
Nursanti menambahkan, sebelum belajar tatap muka, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan wajib menjalani antigen. Untuk SMAN 4 Tanjungpinang menjalani antigen di Puskesmas Sei Jang.
Namun, setakat ini, Nursanti mengaku belum menerima jadwal antigen dari Puskesmas Sei Jang.
“Kami kemarin baru diminta mengirimkan data pendidik dan tenaga kependidikan ke Puskesmas Sei Jang, untuk jadwal antigen nya belum ada,” tambahnya.
Naila Sari, pelajar kelas 11 SMAN 4 Tanjungpinang, mengaku lebih nyaman dengan belajar tatap muka dibanding belajar daring.
Ia mengaku lebih cepat memahami pembelajaran jika guru menjelaskan dengan interaksi secara langsung.
“Lebih efektif belajar tatap muka, guru lebih interaktif, sehingga lebih mudah mengerti,” ucapnya.
(Nuel)








































