Sekda Bintan Adi Prihantara saat melihat kondisi rumah produksi kerupuk ikan di Sei Lekop Kecamatan Bintan Timur, Rabu (12/1). Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Pemerintah melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 15 miliar untuk merevitalisasi rumah produksi kerupuk ikan di Kabupaten Bintan. Anggaran tersebut akan dihabiskan untuk merevitalisasi 23 rumah produksi, 47 unit mesin dan peralatan produksi, pelatihan dan pembinaan, perbaikan sarana penunjang seperti jalan, drainase dan pembuatan gapura sentra kerupuk ikan di jalan besar simpang Korindo Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Dengan investasi sebesar itu, pemerintah dijanjikan target omset sebesar Rp 56,4 miliar dari hasil produksi kerupuk ikan setahun sebanyak 1.128 ton.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan meresmikan Sentra Kerupuk Ikan dan Serah Terima Rumah Produksi Kerupuk Ikan kepada para pelaku usaha industri kerupuk, di Sei Lekop, Rabu (12/1).

Sekda Bintan Adi Prihantara mengatakan, dengan bantuan dari pemerintah ini bisa meningkatkan hasil produksi dan bisa dipasarkan secara nasional bahkan ekspor mancanegara dengan standar Good Manufacturing Practices.

“Kita berbahagia, kita bangga dan kita siap mendukung. Harapan kami tentu rumah produksi ini bisa terjaga dengan baik,” harapnya.

Catatan hingga tahun 2021, sentra kerupuk ikan telah memproduksi 88 ton pertahunnya dengan omset mencapai Rp 4,4 milyar. Setelah pengoperasian rumah produksi dan berbagai bantuan alat produksi ini, nantinya produksi kerupuk ikan pertahunnya ditargetkan mencapai 1.128 ton dengan omset sebesar Rp 56,4 milyar.

“Alhamdulillah revitalisasi 20 unit sudah selesai dalam waktu 7 bulan, sekarang masih dalam masa perawatan selama 6 bulan,” terangnya.

Harapan ke depan, produksi kerupuk ikan di Bintan akan menjadi trademark bagi Bintan sendiri. Adi menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku usaha industri kecil agar senantiasa profesional dalam mengolah dan menghasilkan produknya. Mulai dari kualitas produk hingga kehigenisan produk itu sendiri.

“Daerah kita ini kalau kondisi normal tidak dalam masa pandemi, kita bisa pasarkan produk kita ke wisatawan mancanegara yang datang ke sini. Peluang pasar kita besar, tinggal konsistensi kita terhadap kualitas produk dan komitmen kita bersama untuk saling mengisi serta mendukung,” terangnya. (Btn)

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here