
LINGGA,SIJORITODAY.com – Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar rapat Kordinasi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 bersama Forkompinda di Gedung Daerah, Dabosingkep, Senin (14/2).
Rakor ini merupakan langkah persiapan dan kesiagaan dini daerah, mengingat meningkatkan kasus varian baru. Apalagi pasien sudah melonjak di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau.
“Di Kepulauan Riau, kecuali Lingga dan Anambas belum ada kasus covid. Apalagi Batam dan Tanjungpinang sebagai pintu masuk yang sudah tercatat ada kasus. Jadi wajar kita hari ini berupaya, sebagai langkah kesiagaan. Bukan karena lalai, atau sudah ada kasus Covid. Jadi ini sebagai langkah persiapan diri dan antisipasi itu,” kata Bupati Lingga, Muhammad Nizar yang hadir memimpin rapat bersama Kapolres, Kajari dan satgas covid serta beberapa OPD yang terlibat.
Beberapa saran dan masukan, menjadi catatan serta pertimbangan untuk segera di selesaikan. Seperti penginputan data vaksinasi yang hari ini masih belum clear.
Secara manual, Lingga sudah terbilang cukup baik pada capaian vaksinasi. Dalam input data secara online Lingga masih minim vaksinasi.
Begitu juga, terkait kendala pada penggunaan mesin PCR dia berharap agar segera di selesaikan. Optimalisasi isolator yang sudah tersedia, sebagai ruang isolasi pasien, jika ada temuan kasus.
“Dinas kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, berkaitan dengan data input vaksinasi dan PCR inikan teknis. Jadi segera lakukan rapat, nanti hasilnya di beritahukan,” papar dia.
Berkaitan dengan hasil capaian vaksinasi dari tahap pertama. Serta kedua dan boster serta vaksinasi pada jenjang usia, di beberapa kecamatan dan Puskesmas.
Nizar berharap, dapat segera di tindaklanjuti, dengan membentuk teamwork yang solid. Perbanyak sosialisasi sebagai langkah persuasif, ataupun melakukan vaksinasi dor to dor.
Selain itu, izin keramaian juga perlu di evaluasi dan di perketat dengan protokol kesehatan, walaupun Lingga masih berada di level 1.
“Salah satu solusi itu door to door, tim vaksin harus kompak. Walaupun sakit-sakit, karena ini tanggung jawab harus segera di kejarkan,” kata dia.
Dia mengakui, tahun 2022 tidak ada anggaran yang diposkan untuk penanganan Covid. Kekurangan itu bisa di antisipasi menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan menetapkan status bencana. Jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kendati demikian, Nizar berharap hal tersebut di komunikasikan dengan tim satgas provinsi.
Dia juga berharap koordinasi penanganan covid bersama instansi vertikal makin terjalin untuk kedepan.
Dia turut bersyukur berkat kerja sama semua pihak yang saling berjibaku, bahu membahu, baik dari TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang terlibat aktif. Kasus covid sampai hari ini masih landai di Kabupaten Lingga. Tentunya, kondisi yang telah nyaman ini, harus di jaga agar aktivitas tetap berjalan normal, meski sedikit dengan aturan prokes.
“Semoga langkah-langkah kita untuk mengantisipasi covid ini dapat berjalan baik dan baik untuk daerah kita,” jelas dia. (Rudi)
Editor : Desi







































