
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lumba-lumba Putih Hitam di Tanjung Siambang menjadi Pokdakan udang vaname terbesar di Tanjungpinang.
Pokdakan yang di ketuai oleh Ramli Thalib dan dikoordinir oleh Untung Budiawan ini sudah mulai membudidayakan 60 ribu ekor udang vaname dalam satu kolam bioflok.
Untung menuturkan, Pokdakan yang beranggotakan 10 orang ini menargetkan enam kolam dalam waktu dekat.
Usaha budidaya udang vaname ini terbilang menggiurkan, bila di kerjakan dengan serius bisa menghasilkan keuntungan puluhan juta dalam sekali panen.
Masa panen udang vaname hanya membutuhkan waktu tiga – empat bulan. Saat masa panen, per kilo nya hanya berisikan 40-50 ekor.
Untung menerangkan, Pokdakan tidak pusing dengan pasar udang vaname karena tersedia dalam lingkup lokal maupun ekspor.
Selain itu, udang vaname ini juga lumayan di sukai oleh para nelayan maupun pemancing untuk digunakan sebagai umpan kail.
“Pemasarannya tidak terlalu sulit, bisa untuk lokal ataupun ekspor,” katanya, Rabu (23/2/2022).
Untung mengungkapkan, saat ini baru ada dua daerah yang menjual bibit udang vaname dengan jumlah besar yakni Provinsi Bali dan Lampung.
Harga bibit terbilang murah hanya Rp 100 perak per ekornya, harga itu sudah termasuk harga kirim ke Tanjungpinang.
“Bibit ada dua tempat, di Bali dan Lampung. 1 ekor Rp 100, minimal beli 20 ribu ekor. Itu sudah harga antar ke lokasi,” ujarnya.
DKP Kepri Mendukung Penuh
Soal perawatan Untung mengaku tidak khawatir, apalagi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri menjadikan Pokdakan ini sebagai percontohan di Kepri.
DKP mendukung penuh dengan mengirimkan penyuluh dan teknisi untuk membina anggota Pokdakan Lumba-lumba Hitam Putih.
“Dinas Kelautan dan Perikanan menjadikan kita percontohan di Kepri yang kemudian akan di kembangkan di daerah lain,” terangnya.
Untung menjelaskan, udang vaname memiliki sifat kanibal karena lapar saat periode pergantian sisik. Pembudidaya pun harus memberikan pakan secara rutin tiga kali sehari.
“Udang ini punya sifat kanibal, agar tidak memangsa udang yang lain, dia harus dikasih makan yang teratur,” jelasnya.
Untung menambahkan, Pokdakan Lumba-lumba Hitam Putih terbuka lebar bagi calon-calon pembudidaya yang ingin belajar budidaya udang vaname.
Dengan transfer ilmu, Untung yakin budidaya udang vaname akan semakin menjamur di Kepri dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Bersama-sama kita majukan nelayan Kepri untuk semakin sejahtera dengan udang vaname,” tambahnya.
(Nuel)





































