NATUNA, SIJORITODAY.com- Membangun komunikasi yang baik ke pusat terbangun beberapa embung di Natuna.
Hal ini upaya menjamin kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, Pemerintah Kabupaten Natuna tengah berupaya mewujudkan pembangunan embung.
Bila perlu bisa tersedia di seluruh kelurahan di Pulau Natuna.
Merealisasikan ini, tentu perlu mempersiapkan berbagai hal. Utamanya yaitu lahan dan administrasi lainnya.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Natuna, Nanang Agus Hidayat di ruang kerjanya, kemarin.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat lima embung untuk sanitasi yang sudah selesai dibangun. Dua bendungan untuk irigasi yakni Bendungan Tapau dan Bendungan Kelarik.
Embung-embung tersebut meliputi Embung Sedanau, Embung Pulau Laut, Embung Pulau Tiga Barat, Embung Tanjung Batang dan Embung Teluk Buton.
Disamping itu ada dua embung yang sedang dalam proses pembangunan. Diantaranya, Embung Sebayar Kecamatan Bunguran Timur dan Embung Serasan Kecamatan Serasan.
Sedangkan yang masih dalam tahap perencanaan meliputi Embung Kelanga, Embung Tinggung Sepempang dan Embung Bunguran Batubi.
“Untuk yang lain-lain tengah diupayakan pengusulan. Kami juga memperiapkan berbagai syarat agar bisa dibantu pusat,” tuturnya.
Dikatakannya, secara faktual tidak semua pulau yang berpenduduk di Natuna bisa dibangun embung. Alasan mendasar sumber daya airnya yang tidak memadai.
Meskipun begitu, ia mengaku akan tetap menguslkannya agar dilakukan studi walaupun ketersediaan sumber air di pulau itu minim.
“Harapan kita dengan adanya kajian ini mungkin model embungnya yang dapat mengadaptasi kondisi di pualu setempat. Tapi memang seperti di Pulau Midai, Subi, Pulau Panjang dan lainnya itu sumber airnya kecil,” papar Nanang.
Untuk pembangunan embung di Natuna, Nanang mengaku semua pembangunannya bersifat koordinatif. Pemerintah daerah mengusulkan pembangunan ke pusat untuk dibangun.
“Karena air baku itu urusan pemerintah pusat, jadi mekanismenya koordinasi dengan pusat. Dalam hal ini kalau kita di Natuna koordinasinya ke Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) baru bisa dibangun. Kami usulkan studinya ini mudah-mudahan dapat segera dijalankan menyeluruh,” tuturnya. (prb)
Editor : Liza












































