Bupati Lingga Alias Wello meninjau hasil panen padi.

LINGGA,SIJORITODAY.com – Beberapa petani di Lingga berhasil melakukan panen padi di lahan percetakan sawah.

Kali ini giliran lahan percetakan sawah di Desa Lanjut. Mulai menampakkan hasilnya yang dibuktikan dengan panen perdana di sawah tersebut.

Hal ini tidak terlepas inisiasi Bupati Lingga Alias Wello dan M Nizar sebagai Wakil Bupati Lingga.

Awe begitu sapaan akrab Alias Wello menyempatkan diri hadir pada panen padi di Kecamatan Singkep Pesisir tersebut.

Ia pun mengaku sangat kagum dengan hasil yang dicapai.

Ditambah lagi panen dilakukannya tersebut merupakan panen pertama kalinya, yang menunjukkan bahwa jenis padi tersebut, cocok ditanam di lokasi itu.

Ia pun bertanya Kades, pakai pupuk apa? Ternyata hanya pakai kompos dan kotoran ternak.

“Hasilnya pun cukup memuaskan,” ujarnya.

Menurutnya, jika sawah ini terus dikelola dengan baik, maka akan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bahkan bila terus menghasilkan kualitas padi yang baik, maka bukan hal yang mustahil kedepannya Desa Lanjut mampu mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan padi untuk penduduk desanya sendiri.

Momen ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pangan yang merupakan program unggulannya mampu terlaksana dengan baik.

Sebagai informasi, padi yang ditanam pada sawah tersebut merupakan padi dari varietas Inpago 8 (Inbrid Padi Gogo).

Berbeda dengan padi irigasi yang memerlukan genangan air untuk bisa tumbuh, padi Gogo mampu hidup di dataran tinggi dan kering.

Secara morfologi, tidak ada perbedaan antara tanaman padi irigasi dengan tanaman padi Gogo.

Membedakannya hanyalah tempat tumbuhnya, sehingga padi ini cocok dengan karakteristik tanah di Desa Lanjut.

Pada kesempatan itu, pihak desa dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga yang dibantu oleh para mahasiswa dari UMRAH.

Mereka melaksanakan Kukerta di Desa Lanjut. Berinisiatif mengajak siswa-siswi sekolah dasar setempat untuk melihat proses panen sawah di desa mereka.

Bupati Lingga beserta Wakilnya lakukan juga hadir melaksanakan pemanen padi di Sawah Desa Panggak Darat yang juga turut di dampingi Camat se Kabupaten Lingga.

Selain menanam padi, ia juga terharu bahwa lahan lainnya bisa di manfaatkan masyarakat Desa Panggak Darat.

Bupati Lingga Alias Wello meninjau hasil panen padi petani.
Melihat hasil panen padi dan ternak lele.

Kepala Desanya yang juga dipimpin oleh Wakil Bupati untuk beternak lele, ikan nila serta bebek.

Dengan hasil ini, perlu bersyukur dengan berkat kerja keras daripada aparat pemerintah daerah yang dimotori oleh Wakil Bupati dengan para camatnya.

Kemudian kepala desa nya dan juga keinginan masyarakat betul-betul tersalurkan.

Dia menambahkan tiga tahun lalu Desa Panggak Darat ini merupakan daerah yang membeli beras.

Kini warga Panggak Darat adalah desa swasembada yang bisa mandiri pangan. Mengkonsumsi beras sendiri bahkan sudah menjual beras untuk daerah lain.

Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan juga Wakil Bupati Lingga yang telah mendukung. Serta memberi peluang kepada mengembangkan pertanian padi.

Diketahui panen di Desa Panggak Darat ini bukan merupakan yang pertama kalinya, namun ke empat kalinya.

Berdasarkan hasil panen yang sudah dilakukan terhadap beberapa petak sawah. Beberapa varietas yaitu inpago unsoed-1, sertani, dan ciberas menunjukkan produktivitasnya mencapai angka rata-rata 4,32 ton gabah kering giling per hektar.

“Jika rendemennya 60 persen, maka berasnya bisa mencapai 77,76 ton,” jelasnya penuh semangat.

Penulis : Rudi
Editor : Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here