Wirya Putra Silalahi
Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Wirya Putra Silalahi saat berlibur bersama keluarga ke Singapura.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Wirya Putra Silalahi mengeluhkan mahalnya tarif tes PCR di Singapura.

Itu ia sampaikan usai menghabiskan hari libur Paskah bersama keluarga dengan berwisata ke Negeri Singa itu.

Wirya mengungkapkan, tarif PCR di Singapura berkisar SGD 95 atau Rp 950.000 hampir 10 kali lipat dari Indonesia yang hanya diwajibkan antigen dengan tarif Rp 100.000.

Selain itu, tiket kapal tujuan Singapura juga mengalami kenaikan menjadi Rp 800.000 untuk perjalanan pulang pergi.

Wisawatan asal Indonesia pun akan kembali terbebani dengan regulasi Singapura yang mewajibkan wisawatan wajib tinggal minimal 24 jam.

Seluruh kebijakan ini dirasa sangat memberatkan wisawatan Indonesia yang ingin berkunjung ke Singapura.

“Regulasi Indonesia, tetapi yang untung laboratorium dan hotel Singapura, kita hanya perlu antigen dengan biaya Rp 100.000, di Singapura perlu PCR dengan harga Rp 950.000,” katanya, Sabtu (16/4/2022).

Sementara itu, di sisi protokol kesehatan selain kewajiban PCR, Wirya tidak menemukan perbedaan yang mencolok antara Singapura dan Indonesia.

Setibanya di Singapura, wisawatan wajib mengunduh aplikasi Trace Together semacam aplikasi PeduliLindungi jika di Indonesia.

Aplikasi digunakan saat memasuki fasilitas-fasilitas publik sehingga memudahkan pemerintah melakukan tracing saat ada kasus positif baru.

“Sampai masuk ke Singapura dirasakan syaratnya biasa dan wajar,” ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini pun meminta agar pemerintah Indonesia menerapkan kewajiban yang sama bagi Wisman dengan Singapura.

Namun, pemerintah Indonesia dapat melobi pemerintah Singapura untuk mempermudah syarat kunjungan seperti merubah kewajiban PCR menjadi antigen.

Tarif tiket kapal pun harus diturunkan untuk meningkatkan mobilitas wisawatan Indonesia ke Singapura dan sebaliknya.

“Semoga ini menjadi masukan dunia pariwisata Indonesia,” harapnya.

Penulis: Bora
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here