Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin dan Anggota DPRD, Kamaruddin Ali dalam pembahasan laporan LKPJ APBD 2021 di Graha Batam belum lama ini.

BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar pusat segera merealisasikan tax heaven atau suaka pajak di Pulau Batam dan Bintan.

Wahyu pun mendorong agar Gubernur Ansar memanfaatkan kedatangan Presiden Jokowi untuk membicarakan perkembangan tax heaven.

Pasalnya, dalam suatu kesempatan di Kota Batam pada tahun 2016 silam, Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Presiden Jokowi bertekad menjadikan Batam sebagai tax heaven di Indonesia.

“Pak Gubernur tolong tanyakan gimana perkembangan tax heaven, kapan akan direalisasikan?,” katanya, Selasa (17/5/2022).

Wahyu menjelaskan, dengan tax heaven, pengusaha lokal tak lagi menyimpan uang di luar negeri yang selama ini rendah pajak atau bahkan bebas pajak.

Pengusaha akan mengalihkan uang yang selama disimpan di negara-negara asing seperti Singapura, Panama, Hongkong, dan Andorra ke Batam-Bintan.

Kebijakan ini bisa juga akan menarik minat pengusaha asing untuk menyimpan uangnya di Indonesia.

“Daripada uang itu lari ke luar negeri, mending kita buat di Batam-Bintan juga. Tidak harus bebas pajak, bisa juga karena kemudahan administrasi dan keamanan yang ketat,” ujarnya.

Wahyu menuturkan, tax heaven tidak melulu harus bebas pajak, namun bisa juga rendah pajak yang dilengkapi dengan kemudahan administrasi dan keamanan yang ketat.

Politisi PKS ini optimis, dengan kebijakan yang matang dan dibahas secara mendetail, tax heaven akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan terbukanya lapangan kerja baru akan mewarnai Kepri.

“Bayangkan jika dana itu diputar untuk membangun Kepri ini, apa tidak makmur kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Batam menjadi daerah paling siap menjadi tax heaven dari sisi infrastruktur dan faktor pendukung lainnya.

“Pak Presiden ingin Batam jadi tax heaven,” katanya, Jum’at (12/8/2016) sebagaimana dikutip dari JPNN.

Dipilihnya Batam tak terlepas dari status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang juga berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Apalagi di Singapura banyak WNI yang menyimpan dananya di berbagai bank maupun dalam bentuk properti.

“Ini bagus buat Indonesia setelah tax amnesty. Areanya di Pulau Batam ini,” tambahnya.

Penulis: Bora
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here