kiri ke kanan, seniman pantun Kota Tanjungpinang, Zainal Takdir dan Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Rendra Setyadiharja.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Provinsi Kepulauan Riau identik dengan kebudayaan dan kesenian Melayu yang masih melekat.

Kendati demikian, masih minim perhatian Pemerintah Daerah terhadap kegiatan pelestarian seni budaya baik melalui pagelaran maupun bantuan terhadap pelaku seni.

Salah satu seniman pantun asal Kota Tanjungpinang, Zainal Takdir mengatakan jika kegiatan seni budaya di Kepri sudah “mati suri”.

“Kami itu sangat berkecil hati, hari ini kesenian di Kepri itu seperti mati suri lah. Pemda sangat sedikit menggelar kegiatan kesenian,” katanya, Selasa (19/7/2022).

Zainal menjelaskan, minimnya perhatian Pemda juga tampak dari minimnya sarana prasarana. Bila berkaca dengan Provinsi lain, Gedung Kesenian Kepri masih jauh dari kata layak.

“Gedung Kesenian kita sudah punya, tapi sangat kecil, kurang layak jika dibandingkan dengan daerah lain. Sementara Museum hanya digunakan mahasiswa yang melakukan penelitian tugas akhir,” jelasnya.

Selain sarana prasarana dan event kesenian, Zainal juga menyoroti rendahnya perhatian Pemda terhadap kesejahteraan para seniman.

Itu menyebut, setakat ini Gubernur Ansar Ahmad belum melantik Dewan Kesenian Kepri yang sudah 2 tahun berganti kepemimpinan. Padahal, Dewan Kesenian itu berfungsi sebagai motor penggerak kesenian daerah.

“Dewan Kesenian sudah 2 tahun pergantian dari yang lama ke yang baru, tapi belum dilantik. Padahal Dewan Kesenian motor utama penggerak kebudayaan,” ujarnya.

Zainal pun meminta agar Ansar mulai serius menggarap kesenian dan kebudayaan daerah, apalagi Ansar memiliki visi ‘Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya saing, berbudaya’.

“Semoga Pemprov Kepri bisa sadar kalau kawan-kawan pekerja seni juga perlu mendapat perhatian,” pintanya.

Senada, seniman pantun yang juga dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Rendra Setyadiharja meminta Pemda mengoptimalkan sarana prasarana kesenian seperti Gedung Kesenian dan Museum.

Pemda juga perlu memberi perhatian terhadap para seniman dan budayawan dengan mendukung kegiatan seni dan budaya.

“Masih perlu penguatan dan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk terus memberikan ruang kepada seniman dan budayawan,” tambahnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur meminta agar Pemprov Kepri membangun Gedung Kesenian dan Museum berstandar nasional.

Ia meminta agar pembangunan bisa dilakukan tahun 2023 sehingga dapat rampung pada tahun 2025.

Selain itu, Sirajudin juga mendorong agar Pemprov Kepri membantu pegiat pegiat seni budaya untuk berkembang melalui bantuan sarana prasarana, festival seni budaya dan apresiasi bagi pegiat seni budaya berprestasi.

“Ini soal komitmen. Jika kita memandang penting keberadaan fasiltas kebudayaan ini, saya kira soal anggaran tidak menjadi kendala,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here