Oleh : Yuki Vegoeista
Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, UMRAH

17 Agustus kembali menjamu perayaan kemerdekaan Indonesia yang kini berusia 77 tahun. Salah satu momen kegembiraan bagi rakyat.

Bisa dilihat dari setiap golongan masyarakat membuat perlombaan dan kegiatan apa saja tanda uforia kemerdekaan ini.

Diantaranya, panjat pohon pinang dimodifikasi, balap karung, makan kerupuk, dll.

Dibalik hari perayaan ini, ada hal yang harus di pikirkan. Yaitu masih banyaknya rakyat yang belum merdeka.

Masih ada yang merayakan kemerdekaan hanya sebagai simbolik. Negara dan penguasa saja yang menikmati akan tetapi rakyat kecil masih meraba.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, kesejahteraan ekonomi dan juga sosial di tengah masyarakat.

Mirisnya lagi, masih ada warga yang belum bisa menikmati listrik 24 jam atau seharian. Begitu juga air dan fasilitas umum lainnya.

Belum lagi soal pendidikan serta layanan kesehatan terkadang membuat hati ini merintih.

Sesuai Undang-Undang nomor 11 tahun 2009 dengan jelas membunyikan
Kesejahteraan Sosial.

Pada pasal 1 menjelaskan, Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan
fungsi sosialnya.

Bahwasanya negara harus menjamin kedaulatan rakyat dalam mencukupi kebutuhan nya agar berkehidupan yang layak.

Kehidupan masyarakat masih sulit. Kemiskinan yang tinggi dan banyaknya pengangguran.

Hal tersebut tidak mencerminkan UU yang mengatur kesejahteraan sosial.

Pasal 31 UUD 1945 ayat 1 berbunyi, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”.

Salah satu tujuan Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hak mendapatkan pendidikan sudah jelas dan di atur akan tetapi, dalam pengimplementasian nya belum terjalankan dengan benar dan masih banyak saja yang kurang.

Jangan sampai, kemerdekaan yang sekarang hanya dirasakan segelintir orang. Para rakyat belum merasakan artinya dan nikmatnya sebuah kemerdekaan.

Beberapa hal yang sudah terlihat menjadi bukti bahwa kemerdekaan yang kita teriakan hanya sebagai simbolik.

Soekarno pernah menyebutkan, perjuangan lebih mudah melawan penjajah daripada perjuangan melawan bangsa sendiri.

Wahai Ibu Pertiwi, umurmu sudah 77 tahun semoga pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat seperti tema HUT RI 2022.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here