
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum-oknum penyeleweng BBM subsidi.
Menurut Ansar, tindakan tegas akan memberikan efek jera, apalagi momen kenaikan BBM subsidi akan dimanfaatkan oknum-oknum untuk menimbun bahan bakar.
“Kita mengimbau aparat penegak hukum, siapa-siapa yang mempermainkan itu di proses tegas,” katanya, Senin (5/9/2022) kemarin.
Ansar menuturkan, untuk mengurangi dampak kenaikan BBM subsidi, Pemprov Kepri menyiapkan bantuan subsidi Rp30 miliar untuk ojek online, angkot dan nelayan tahun ini.
“Amanah Pemerintah Pusat kita harus mengalokasikan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp30 miliar,” katanya, Senin (5/9/2022).
Bupati Bintan 2 periode itu menambahkan, selain ojek online, angkot, dan nelayan, ia juga mempertimbangkan pemberian subsidi kepada masyarakat kurang mampu yang belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
“Kalau memungkinkan data non DTKS berhak menerima, kita akan berikan BLT,” tambahnya.
Penulis: Nuel




































