Andi Agung, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

BATAM,SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung menegaskan, Disdik Kepri tidak pernah melarang sekolah mengikuti turnamen futsal Piala Kepala BP Batam kategori pelajar SMA/SMK.

Menurutnya, kebijakan sekolah menarik tim dari turnamen tersebut karena mau ujian, bukan karena larangan Disdik Kepri.

“Ini karena persiapan ujian, kita sampaikan jangan sampai mengganggu pembelajaran,” katanya, Senin (27/2/2023).

Kendati demikian, Andi Agung mengaku tidak mengetahui bahwa Disdik Kepri Cabang Batam telah memberikan izin kepada panitia untuk menggelar turnamen futsal.

“Saya tidak tahu, kan sudah ada dari sana semuanya, setelah saya dari Natuna baru saya tahu,” ujarnya.

Andi juga mengaku heran dengan BP Batam yang menggelar turnamen futsal menjelang ujian sekolah, padahal di tahun sebelumnya digelar di bulan September.

Diketahui, para pelajar kelas XII SMA sederajat akan mulai mengikuti ujian sekolah pada 25-31 Maret 2023.

Selain itu, siswa kelas XII SMK juga akan mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) pada 1 Maret-1 April 2023.

“Kemarin kan dibuat saat September, sekarang dibuat pula saat menghadapi ujian dan Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menampik bahwa penarikan tim futsal sarat dengan kepentingan politik.

“Tidak ada politik-politik apa, kalau patah kakinya, ini kan mau ujian,” tegasnya.

Ansar pun mengajak BP Batam berkolaborasi dengan Pemprov Kepri menggelar turnamen futsal selepas hari raya Idul Fitri 2023.

Ia optimis, kolaborasi Pemprov Kepri dan BP Batam akan menghasilkan turnamen futsal berskala besar di Kepri.

“Kalau mau BP gabung sama Pemprov, kita ada anggaran juga futsal biar sama-sama. Saya dan pak Rudi bisa gelar itu lebih besar,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here