
BINTAN,SIJORITODAY.com- – Dalam upaya meningkatkan sistem keamanan di pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) dikawasan wisata Lagoi, latihan gabungan Internasional Ship and Port Security Code (ISPS) digelar, Selasa (30/5) kemarin.
Dengan latihan gabungan ISPS ini, koordinasi antara unsur keamanan dengan stackholder terkait dalam menciptakan sistem keamanan yang mumpuni.
GGM PT BRC, Abdul Wahab menyampaikan, pelabuhan feri Internasional BBT sebagai pelabuhan penumpang internasional, telah berdiri hampir 30 tahun dan menjadi salah satu akses masuk wisatawan internasional ke Pulau Bintan.
Dengan banyaknya kunjungan di Pelabuhan Internasional Feri BBT, maka sangat penting untuk meningkatkan manajemen sistem keamanan pelabuhan melalui koordinasi dengan unsur-unsur terkait.
“Ini sangat penting dalam menciptakan sistem keamanan yang baik. Karena memang terminal kita merupakan pintu masuk wisatawan ke Kabupaten Bintan,” ungkap Abdul Wahab.
Ditempat yang sama, Kepala Kantor UPP I Tanjunguban Capt Abdul Nasir menjelaskan, latihan gabungan ini merupakan hal wajib yang harus dilakukan disetiap pelabuhan.
Dengan latihan ini, dirinya berharap sistem keamanan yang sudah tercipta bisa terus dikembangkan terutama dalam menciptakan keamanan dan kenyaman.
“Latihan ISPS Code bersifat wajib bagi sebuah pelabuhan internasional. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memastikan bahwa pelabuhan tidak hanya menjaga keselamatan tetapi juga keamanan.” ungkapnya.
Latihan dengan simulasi ini mempraktekkan bagaimana ada upaya sabotase di pelabuhan BBT Lagoi oleh sekelompok orang tak dikenal yang datang menggunakan kapal pancung.
Dalam simulasi itu, para penjahat melakukan upaya menghentikan operasional pelabuhan dengan melakukan perusakan, pembakaran, dan penyanderaan.
Situasi keamanan dapat teratasi dengan adanya koordinasi antara petugas-petugas keamanan yang ada di pelabuhan, koordinator satuan
keamanan pelabuhan, bantuan unsur keamanan lainnya seperti Tim Pospol Lagoi, Satuan Brimob Polda Kepri, TNI AL serta Kantor Kesehatan Pelabuhan yang memberikan penanganan medis bagi korban luka.
Selain itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan sistem keamanan kawasan wisata Bintan Resorts, di mana setiap kejadian keamanan diinformasikan kepada Crisis Center yang kemudian berkoordinasi dengan unsur keamanan internal lainnya di dalam kawasan.
Wanda Ramadana, Petugas keamanan pelabuhan Internasional feri BBT sekaligus penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk melatih profesionalitas, meningkatkan komunikasi serta koordinasi dari pihak internal keamanan pelabuhan dengan pemangku kepentingan dan instansi terkait di wilayah kerja fasilitas pelabuhan
Internasional Feri BBT Lagoi.
“Dengan latihan simulasi ini, kita berharap ada peningkatan profesionalitas seluruh unsur terkait dalam menciptakan sistem keamanan yang baik,” timpalnya. (oxy)






































