Hasan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepulauan Riau terus berinovasi memanfaatkan teknologi untuk mendukung strategi informasi komunikatif.

Terbaru, Diskominfo memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam pembuatan video dengan menggunakan teknologi deepfake dan text-to-speech.

“Kedua teknologi ini memungkinkan pembuatan video menjadi lebih efisien dengan memotong beberapa prosedur yang dapat ditangani oleh AI,” kata Hasan Kepala Diskominfo Kepri, Senin (21/8/2023).

Hasan menuturkan, pemanfaatan AI menyusul perkembangan dalam bidang kecerdasan buatan yang masif dan kini tak bisa dihindari lagi.

Ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang mendorong demokratisasi AI agar dapat dinikmati oleh masyarakat lebih luas.

Demokratisasi AI memberikan akses penggunaan, pemanfaatan, pengembangan, dan pengaturan AI yang membuka peluang inovasi serta pemecahan berbagai isu kontemporer AI secara kolaboratif.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menkominfo Budi Arie Setiadi untuk memastikan Indonesia dapat beradaptasi dengan perubahan dunia yang cepat.

Dalam Hasiarnas ke-90 di Bintan, Budi menyebut bahwa perkembangan teknologi akan sangat dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan.

Teknologi ini akan mendatangkan revolusi content creation, audience engagement dan advertising technology.

Bersamaan dengan itu AI memunculkan tantangan serius seperti potensi hilangnya lapangan pekerjaan dan munculnya permasalahan etik.

“Melihat perkembangan ini pemerintah mengajak seluruh stakeholders untuk mulai mengkaji secara mendalam kehadiran AI yang terbilang teknologi baru,” ujar Budi.

Di Pemprov Kepri, pemanfaatan AI telah diatur dalam Surat Edaran Gubernur Kepri nomor B/120/672.2/DKI-SET/2023 yang diterbitkan pada 8 Agustus 2023.

Salah satu contoh video hasil dari AI telah ditampilkan dalam acara Hari Penyiaran Nasional ke-90 yang digelar di Bintan beberapa waktu lalu.

Hasan menjelaskan bahwa untuk mencegah penyalahgunaan video AI yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, Diskominfo Kepri telah mengembangkan sistem informasi validasi AI.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Kepri berupaya untuk memanfaatkan teknologi AI dengan bijak dan bertanggung jawab, serta tetap menjaga integritas informasi yang disampaikan kepada masyarakat

“Video AI/Deepfake yang mengklaim atau berisi informasi seputar lingkungan Pemprov Kepri namun tidak memiliki QR code yang mengarah ke halaman verifikasi video AI di situs web www.kepriprov.go.id, dapat dipastikan bahwa video tersebut bukanlah publikasi resmi dari Pemprov Kepri,” kata Hasan.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here