Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari saat sidak ke instalasi pengolahan air di Mukakuning, Senin (11/9/2023) lalu. F:Sijoritoday.com/Ombudsman Kepri

BATAM,SIJORITODAY.com – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Mukakuning yang baru saja dirampungkan oleh SPAM Batam, Senin (11/9/2023) lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari mengatakan, sidak merupakan komitmen Ombudsman untuk memastikan pelayanan air semakin baik di Kota Batam.

”IPA Mukakuning saat ini sudah selesai dibangun dan sedang masa percobaan, mudah-mudahan dapat segera difungsikan secara maksimal untuk mengurangi stress area khususnya di wilayah Batam Center dan Bengkong,” katanya, Kamis (14/9/2023).

Diketahui IPA Mukakuning yang memiliki kapasitas produksi hingga 400 Liter/ detik ini akan menyuplai air ke wilayah Batam Center sehingga IPA Duriangkang akan fokus menyuplai air ke wilayah Bengkong.

Kendati demikian, tak dapat dipungkiri beberapa wilayah yang lebih tinggi masih akan terdampak.

Berdasarkan pemantauan Ombudsman, IPA Mukakuning saat ini dilengkapi dengan sistem digitalisasi terkait produksi air, pengukur PH, kejernihan air dan sebagainya.

”Kami lihat tadi cukup canggih, semoga saja SDM nya juga memumpuni dan juga perawatannya dapat dilakukan dengan baik dan terus menerus,” ungkap Lagat.

Selain sidak, Ombudsman pun terus melakukan komunikasi dengan Direktur SPAM Batam, M Tandiono untuk mendapatkan informasi terkait wilayah lain yang bermasalah terhadap pendistribusian air.

Ombudsman pun mendapati penundaan penyambungan instalasi untuk wilayah Bengkong Wahyu.

Kemudian untuk wilayah lainnya, SPAM Batam akan melakukan penambahan IPA di Duriangkang.

Untuk Rempang, ada Monggak dimana air akan disupplai dari Segong.

Lalu untuk wilayah Tiban, SPAM Batam akan mencoba IPA mobiler kekuatan 20 liter/detik yang diharapkan dapat membantu.

Lebih lanjut, Lagat mengungkapkan pihaknya akan memastikan produksi air di Batam semakin bertambah.

”Kami akan lakukan monitoring untuk memastikan produksi air tidak menurun dan perawatan dilakukan dengan baik. Karena jika perawatannya tidak dilakukan dengan baik maka akan berdampak pada pendistribusian air ke masyarakat,” jelas Lagat.

Kepada masyarakat, Lagat pun berpesan agar bijak dalam menggunakan air karena masih ada sebagian masyarakat yang terdampak jika sebagian lainnya melakukan pemborosan.

Jika menemukan masalah suplai air bersih, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya ke Ombudsman Kepri.

”Kepada masyarakat silahkan untuk melapor jika temui berbagai masalah terikait supplai air ini, karena kami tahu masih ada wilayah-wilayah yang menjadi stress area karena tidak mendapatkan air selama 24 jam,” pintanya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here