Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya menurunkan kemiskinan ekstrem.

Kepala DiskopUKM Kepri, Riki Rionaldi mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi bahwa kemiskinan ekstrem harus nol persen.

Diketahui, setakat ini masih terdapat 0,35 persen penduduk Kepri yang masuk kategori miskin ekstrem.

DiskopUKM pun akan melakukan langkah sinergis dan kolaborasi dengan seluruh instansi dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

“DiskopUKM Kepri menjadi salah satu dinas yang diamanahkan mendorong penurunan angka kemiskinan ekstrem melalui strategi peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM,” katanya, Minggu (17/3/2024) pagi.

Riki yang pernah menjabat Sekretaris Disperindag Kepri itu juga memaparkan sejumlah langkah strategis mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Pada tahun ini, Pemprov Kepri akan mensubsidi kredit khusus bagi 500 pelaku UMKM dengan bunga nol persen.

Melalui kredit ini, pelaku UMKM dapat mengajukan bantuan modal maksimal Rp40 juta ke Bank Riau Kepri Syariah tanpa bunga karena disubsidi Pemprov Kepri.

“Tahun 2024 akan menyasar 500 masyarakat melalui program peningkatan kapasitas usaha, pengembangan usaha serta melalui program yang sangat diminati pelaku UMKM saat ini yaitu bantuan modal tanpa bunga yang plafonnya mencapai Rp40 juta,” ungkapnya.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meninjau produk UMKM pada Kepulauan Riau Ramadhan Fair 2024 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jum’at (15/3/2024). F:Sijoritoday.com/istimewa

Selain itu ujar Riki, DiskopUKM Kepri juga mendorong berkembangnya koperasi sektor rill atau koperasi produktif.

Diketahui, selama tiga bulan terakhir, Riki gencar menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi di Kota Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan.

Menurutnya, pertumbuhan koperasi produktif akan dapat membangun perekonomian di masyarakat khususnya anggota koperasi.

“Saya mengharapkan koperasi produksi tidak hanya mensejahterakan anggotanya tetapi juga dapat turut membangun perekonomian di sekitarnya khususnya masyarakat miskin ekstrem yang siap berusaha di sektor perikanan, pertanian, kelautan serta sektor jasa dan lainnya,” ujarnya.

“Ini akan menjadi ekosistem ekonomi yang sangat baik dan angka kemiskinan ekstrem dapat kita tekan hingga nol persen,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here