TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengupayakan penyelamatan Desi dan Deni dua warga Natuna yang terjebak di Kamboja.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri, Doli Boniara mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PWNI (Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia) Kemenlu. Kita selamatkan dulu,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Doli pun mengimbau masyarakat Kepri yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, masih banyak penyaluran Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak resmi atau ilegal.
“Jangan tergiur dengan ajakan teman-teman, nanti tiba di sana malah bermasalah,” imbaunya.
Sebelumnya, Desi dan Deni yang merupakan PMI asal Natuna menghubungi redaksi Sijoritoday.com.
Keduanya melaporkan bahwa tengah melarikan diri bersama puluhan PMI lainnya.
Mereka melarikan diri dari lokasi kerja akibat razia besar-besaran yang terjadi pada Jum’at (17/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Keduanya menggambarkan suasana mencekam saat razia berlangsung, hingga memaksa mereka menyelamatkan diri dengan cara melarikan diri dari lokasi kerja.
“Kami sangat ketakutan. Suasananya seperti mau dibom,” ujar Desi melalui sambungan telepon.
Dalam kekacauan tersebut, Desi dan Deni sempat terpisah dengan adik kandung Deni.
Setelah berupaya menyelamatkan diri, mereka akhirnya berhasil bertemu kembali. Namun, demi keselamatan, mereka memutuskan untuk terus melarikan diri dan mencari tempat pengungsian di lokasi lain.
Desi mengungkapkan bahwa mereka tidak sendirian. Sekitar 40 pekerja asal Indonesia turut melarikan diri pada malam itu.
Para pekerja tersebut menempuh perjalanan yang sangat berat, berjalan kaki melewati medan ekstrem.
“Kami harus jalan kaki, turun gunung, naik gunung,” tutur Desi.
Penulis: Nuel












































