Sopian

Oleh Sopian-Tokoh Pemuda

Sejak mulai pembahasan APBD 2026 kisaran bulan oktober atau november 2025 saya mendengar desas desus dari rekan rekan PTK NON (guru dan Tendik) di SMA dan SMK bahwa mereka bakal tidak diperpanjang SK mereka.

Saya sebagai rakyat biasa ketika mendengar hal tersebut sangat kaget, tentu alasan karena mereka masa kerjanya kurang 2 tahun sesuai aturan dari Menpan RB tidak bisa diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.

Terkait perpanjangan SK Guru dan Tendik PTK NON ASN/di lingkungan SMA dan SMK yang dibawah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maka saya bertanya kenapa tidak ada pembahasan anggaran untuk memperjuangkan perpanjangan SK mereka untuk 1 Januari 2026-1 Oktober 2026.

Meskipun di daerah lain misal Pemkot Mataram mereka tetap tidak memutus honorer/PTK Non ASN untuk 2026.

Saya secara rakyat biasa sangat menyayangkan atas keberpihakan Gubernur Provinsi Kepri bapak Ansar Ahmad dan Wagub Kepri bapak Nyanyang Haris Pratamurra.

Harapannya agar mereka para pendidik Tunas Bangsa (guru PTK Non ASN se-Kepri) diperjuangkan karena menurut salah guru yang saya kenal mereka adalah tulang punggung keluarga. Tentu dengan tidak diperpanjang nya SK mereka tidak masuk kerja untuk mengajar kembali ke sekolah.

Pada akhir Desember 2025 hampir semua SMK dan SMA se-Kepri, para guru melakukan perpisahan karena per 1 Januari 2026 sudah tidak akan bekerja sebagai guru lagi.

Tangis haru tidak terhindarkan dan mereka pasrah karena segala upaya dilakukan dengan menjumpai Kepala BKD Provinsi Kepri dan Kadisdik Provinsi Kepri.

 

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here