
ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarempa menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat Kecamatan Jemaja, Jemaja Barat, dan Jemaja Timur Tahun Anggaran 2026, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergitas TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing di Wilayah Kepulauan” tersebut berlangsung di Resto Miranti, Kelurahan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) guna menjaga stabilitas, keamanan, serta ketertiban di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap orang asing, khususnya di wilayah Kecamatan Jemaja, Jemaja Barat, dan Jemaja Timur.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pengawasan orang asing secara menyeluruh dan terkoordinasi lintas sektor, terutama dalam mendukung penegakan hukum keimigrasian.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarempa, Dhani Syaputra mengatakan, rapat koordinasi TIMPORA merupakan bentuk nyata kolaborasi antar instansi dalam melakukan evaluasi pengawasan orang asing, pemetaan potensi kerawanan, serta penguatan koordinasi dalam penegakan hukum keimigrasian.
“Sejauh ini, rapat koordinasi yang kita laksanakan alhamdulillah berjalan dengan baik. Tidak ada permasalahan yang sangat mendasar terkait keberadaan maupun aktivitas orang asing di wilayah Jemaja dan sekitarnya,” ujar Dhani.
Menurutnya, keberadaan warga negara asing di wilayah Jemaja sejauh ini memberikan dampak positif, mengingat sebagian besar merupakan wisatawan yang datang untuk menikmati destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Ini sangat berdampak positif bagi perekonomian, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas,” katanya.
Dhani menambahkan, dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Anambas, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarempa terus mengedepankan pengawasan yang bersifat administratif dan persuasif.
“Maka dari itu, TIMPORA melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Dengan demikian, pengawasan dapat semakin ditingkatkan dan dukungan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Anambas dapat terwujud,” pungkasnya.
Penulis: Alex
Editor: Nuel








































