
BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang mencapai 7,28 persen pada Triwulan II 2026.
Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kepri dan nasional.
Wahyu menilai capaian tersebut harus dijaga sekaligus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan 7,28 persen tentu kabar positif. Tetapi ukuran keberhasilan ekonomi bukan hanya angka pertumbuhan. Kita harus melihat apakah pertumbuhan itu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat UMKM,” katanya, Kamis (10/9/2026).
Ia juga mengapresiasi penjajakan proyek Waste to Energy yang ditawarkan BP Batam kepada calon mitra Jepang.
Menurutnya, pengolahan sampah menjadi energi memiliki dua manfaat sekaligus, yaitu menyelesaikan persoalan lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi baru.
“Kalau proyek ini berjalan dengan kajian yang matang, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, Batam memiliki peluang besar mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi,” tuturnya.
Anggota Fraksi PKS itu juga menilai perluasan jaringan gas rumah tangga merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan energi masyarakat.
“Energi yang aman, terjangkau dan tersedia bagi rumah tangga akan sangat membantu masyarakat. Perluasan jaringan harus terus dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan keterjangkauan,” ujarnya.
Ia berharap momentum pertumbuhan ekonomi Batam dapat menjadi pengungkit pembangunan yang lebih inklusif.
“Batam boleh tumbuh cepat, tetapi masyarakatnya juga harus ikut tumbuh dan menikmati hasil pembangunan,” harapnya. ***/SP
Editor: Nuel







































