Ratusan pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kebersihan dan Pertanaman kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di Sekupang, Senin (15/2) Foto : fb

BATAM, SIJORI TODAY, com — Ratusan pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Batam menggelar aksi unjuk rasa. Para THL Kebersihan menuntut BPJS kesehatan yang selama ini belum mereka dapatkan.

Ratusan pekerja kebersihan melakukan orasi didepan kantor DKP di Sekupang Batam. Mereka menuntut adanya BPJS kesehatan bagi seluruh petugas kebersihan.  Setiap bulannya gaji mereka dipotong dengan alasan untuk BPJS, sedangkan pada saat sakit mereka tidak dapat ditanggung oleh BPJS karena bukan peserta.

Sedikitnya  800 tenaga harian lepas yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut dipertemukan dengan kepala DKP untuk membicarakan permasalahan BPJS dan kontrak kerja para tenaga kebersihan sebagai pegawai harian lepas.

“Status kami sebagai pegawai yang di pekerjakan Dinas Pertamanan dan kebersihan(DKP) harian lepas tidak ada kejelasan, soal kontrak serta tidak terdaftar BPJS kesehatan,” Kata Agus salah seorang pekerja kebersihan.

Para pekerja kebersihan menuntut upah sesui UMK (Upah Minimum Kota) yang berlaku. Selama ini gaji dari dinas DKP tidak merata dan sama sekali tidak pernah diberikan tanda terima gaji atau slip gaji. Penandatanganan kontrak sebagai pegawai harian juga tidak pernah  dilakukan.

“Sudah 2 tahun sebagai pekerja  kebersihan belum pernah ada kontrak secara tertulis hanya lisan saja. Pemerintah anggap pekerja sampah sebagai buruh rendah,” Ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Batam Sulaiman Nababan mengatakan, tidak ada anggaran untuk pekerja kontrak serta harian lepas dari Pemerintah.

” Dana Untuk Th 2016 belum ada anggaran dari pemerintah kota untuk bayar BPJS, sementara ini pekerja yang bayar sendiri,” Kata Sulaiman di kantor Dinas Kebersihan,Sekupang Batam.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here