LINGGA, SIJORITODAY.com– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-71 di Kabupaten Lingga, ada kado tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Lingga, terutama masyarakat transmigrasi di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Rabu (17/08).

Kado istimewa tersebut, yakni dibukanya 100 Hektare (Ha) lahan percetakan sawah dari program TNI AD bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI. Kedatangan rombongan Bupati Lingga ke Desa Bukit Langkap tersebut juga dimeriahkan dengan atraksi kuda lumping dari Desa Bukit Langkap tersebut.

Mewakili TNI ,Danramil Daik Lingga, Kapten Inf. Herwan Saputra mengatakan, Percetakan sawah yang bekerjasama dengan TNI AD serta Kementerian pertanian, semula merencanakan 350 Ha lahan percetakan sawah baru di Kabupaten Lingga. Namun, dikarenakan ada suatu hal, sehingga saat ini, program cetak sawah dari program TNI AD tersebut baru bisa trealisasi seluas 100 Ha.

“Tahun depan insyaallah kita cetak lagi, yang pertama ini sebagai contoh, yang pertama ini harus berhasil, harus sukses, calon petani harus semangat,” ungkapnya dalam sambutan di halaman kantor Desa Bukit Langkap.

Dikatakannya, percetakan sawah seluas 100 Ha tersebut sebagai contoh untuk desa lain. Dikarenakan sudah melihat ke Desa Panggak Darat, desa tersebut juga memiliki potensi yang sangat bagus. Akan tetapi, diantara dua daerah tersebut, antara Bukit Langkap dan Panggak Darat, dilihat dari semangat yang tinggi, maka pihaknya memilih desa Bukit Langkap untuk percetakan 100 Ha lahan sawah awal tersebut.

“Pak bupati sangat semangat. Saya melihat beliau, saya yang capek, saya bingung kapan beliau istrahat. Ini harus ditopang dengan bapak-bapak dan ibu-ibu untuk mensukseskan sawah kita nanti. Potensi daerah kita ini sangat berpotensi mengadakan penanaman,” terangnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Lingga, Alias wello dalam kesempatannya menyampaikan, keberhasilan sawah pertama di Desa Sungai Besar, banyak di tangan sang Konsultan, yakni Ady Indra Pawennari. Bahkan, akhir bulan depan, jika tak ada halangan, sawah Sungai Besar, akan kembali melakukan panen.

“Kita akan kedatangan tamu, menteri pertanian dalam waktu dekat. Kalau sudah datang ini, betul pertanian di Lingga akan maju dari era sebelumnya. Untuk kerja ini, tak boleh main-main, saya minta betul-betul. Kita harus komitmen. Kalau hal ini sukses, kedepan kita akan mendapatkan lebih besar, ini dimotivasi terus. Kemudian, yang belum mendapat kesempatan, insyaallah tahun depan semua dapat. Kalau sudah jelas rencana pemerintah, jangan ada lagi masyarakat yang terbujuk untuk menjualkan tanah. Di pemerintahan saya, saya akan memberikan penekanan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan,” jelasnya.

Selain itu, Alias Wello berharap, 2 tahun kedepan Lingga dapat menjadi daerah ketahanan pangan di provinsi Kepri. Selain dibidang persawahan, Alias Wello menerangkan, juga ada pembibitan singkong gajah, seluas 50 Ha untuk pembibitan. Namun, bagi masyarakat yang membutuhkan bibit tersebut, nanti akan diberikannya.

“Dengan mengucapkan bismillahhirahmannirahim pada hari ini tanggal keramat 17 agustus 2016, sempena HUT RI Ke-71, dengan resmi kita katakan, secara resmi membuka percetakan sawah 100 hektar, sebagai kerja keras TNI AD,” tutur Alias Wello tanda dibukanya percetakan sawah di Desa Bukit Langkap tersebut.

Sebelum menuju lahan percetakan yang tak jauh dari kantor desa Bukit Langkap tersebut, juga dilakukan pemotongan tumpeng tanda resmi dibukanya percetakan sawah tersebut, yang dilakukan oleh Danramil Daik Lingga, Kapten Inf Herwan Saputra.

Pantauan di lokasi, turut hadir, Asisten II Pemkab Lingga, Kasiman, Sekda Lingga, Said Parman, Konsultan percetakan sawah, Ady Indra Pawennari, Kadistanhut Lingga, Rusli Ismail, Camat Lingga Timur, Abdul Kadir, Danramil Daik Lingga, Kades Kerandin, Kades Bukit Langkap, Staf Khusus Bupati Lingga Bidang Ekonomi dan Transmigrasi, Muztazar Mustafa, serta sejumlah masyarakat.

 
Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here