Terpidana Mati A Yam digiring personil Brimob Polda Jawa Tengah usai menjalani sidang PK perdana di PN Tanjungpinang, Jum'at (19/8). Foto : red

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – 2 terpidana mati dalam kasus narkotika masing-masing A Yam dan rekannya A Heng alias Jun Hao mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasus mereka di Pengadilan Negeri Tanjungpianang, Kepulauan Riau, Jum’at (19/8). Kedua terpidana mati tersebut gagal dieksekusi pada gelombang ketiga eksekusi mati di Nusakambangan, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Sidang PK yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang dipimpin hakim ketua Afrizal dengan didampinggi Guntur Kurniawan dan Jhonson Freddy Esron Sirait sebagai hakim anggota.

Kedua terpidana mati yang didampinggi penasehat hukum Bernard Naingolan mengungkapkan, sidang PK yang digelar perdana saat ini bukan merupakan sidang PK ke-dua bagi terpidana mati A Yam dan rekannya A Heng.

Sebelumnya mereka memang telah mengajukan Peninjuan Kembali terhadap kasus mereka. Namun kedua terpidana mati tersebut sama sekali tidak dihadirkan dalam persidangan PK tersebut.

“Bukan PK ke dua, PK yang pertama itukan tidak dapat diterima, artinya dianggap belum pernah ada sebenarnya, karena dia tidak bisa dihadirkan. Sekarang dia sudah hadir untuk membicarakan novumnya apa.”

Sejumlah fakta yang diajukan pihak penasehat hukum diantaranya, kedua terpidana sama sekali tidak pernah didampinggi oleh penasehat hukum selama menjalani persidangan.

Selain itu Bernard Nainggolan juga menyampaikan keheranannya dengan masa persidangan yang hanya tiga kali persidangan, kemudian diputus hukuman mati.

“Diberkas memang disebut sebut tapi pengakuan mereka pada kami mereka sama sekali tidak didampinggi pengacara, ujarnya.

Pihak penasehat hukum juga meragukan barang bukti yang digunakan untuk menjerat A Yam bukan merupakan pil ekstasi dan jumlahnya juga ada indikasi direkayasa.

Menurut rencana kedua terpidana mati, Sabtu (20/8) esok, akan kembali diterbangkan ke Jawa Tengah untuk ditahan di Nusakambangan.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here