LINGGA, SIJORITODAY.com — Dalam temani kunjungan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman ke Kabupaten Lingga, Rabu (07/09) untuk tinjau dan lakukan penyemaian perdana benih padi di lahan percetakan sawah Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun pesan kepada seluruh undangan yang hadir, agar tak melemahkan diri karena devisit yang melanda.

Pada hari yang penuh keberkahan ini, Kabupaten Lingga khususnya dan Kepulauan Riau umumnya, kedatangan Menteri yang tidak diduga-duga.

“Memang, tak usah panjang lebar lah, pada hari yang penuh keberkahan ini pak menteri yang bawak rahmat bagi masyarakat Lingga dan masyarakat Kepri umumnya, yang tadi telah disampaikan keinginan beliau untuk menyelesaikan persoalan Singapura dan Malaysia, cukup Kepri, ini juga realita di lapangan, yang selama ini potensi yang ada tidak kita lakukan,” ungkap Nurdin dalam sambutannya, Rabu (07/09).

Dikatakannya, kita diberikan akal, tenaga, pikiran, peluang dengan tantangan-tqntangan ini, bisa akan menjadi orang yang menang.

“Katakanlah saya sudah 10 kali datang ke Lingga, tentunya ingin kebersamaan kepada masyarakat, apa yang ada keterbatasan pada diri saya yang dilihat pada masyarakat,” ucapnya.

Yang perlu disikapi bersama saat ini, Nurdin mengatakan tidak ada alasan negeri yang kecil ini tidak menjadi yang termenang dari yang terdepan. Apalagi Kepri ini merupakan suatu amanah dari Allah swt, sebagai wilayah NKRI yang berada di depan, yang harus kuat dan bisa menjaga dari tantangan.

“Kita berharap pak menteri juga memberi motivasi kepada kita supaya tambah semangat bekerja,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lingga kunjungi lahan percetakan sawah seluas 100 hektar di Desa Bukit Langkap, kecamatan Lingga Timur, mengaku bangga bertemu dengan para petarung-petarung tangguh di Kepri.

“Kami bangga datang kesini, bertemu petarung, pak Gubernur petarung, pak bupatinya juga petarung, aku gak perlu lihat lapangan, kemarin, hanya lihat sorot mata dan bahasa tubuhnya. Ini kalau diberi pancing pasti ikannya dapat,” ungkapnya dihadapan seluruh undangan dan masyarakat Desa Bukit Langkap.

Selain itu, dirinya meminta agar sawah di Kabupaten Lingga, dua hingga tiga bulan ini harus selesai dicetak seluas 2000 Ha, sementara itu untuk 6 bulan kemudian lanjutkan hingga sampai 5000 Ha.

 

Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here