Foto : ist

LINGGA, SIJORITODAY.com— Kepala Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga mengutarakan sejumlah permasalahan terkait penyaluran bantuan modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Kementerian Sosial bagi masyarakat. Seharusnya data yang dibutuhkan bagi pihak pendamping desa, koordinator, serta Dinas Sosial betul-betul data yang akurat dari desa.

Diungkapkan Mawardi Kepala Desa Resun Peisir, ketidak akuratan data yang diperoleh tentu saja dapat menimbulkan kecemburuan sosial pada masyarakat lain yang tidak mendapatkan bantuan. Akibatnya kepala desa menjadi sasaran bulan-bulanan masyarakat desa.

“Kami sudah berulang kali pembaharuan data, karena mereka masih berpedoman kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan data itu data tahun 2011. Kami tidak mau lagi seperti itu. Kalau menggunakan data lama tentunya sekarang ini sudah tidak sesuai dengan di lapangan,” ungkapnya ketika dihubungi usai mengahadiri pertemuan terkait permasalahan penerima bantuan dari Kemensos di Kantor Camat Lingga Utara, Kamis (22/09).

Kabupaten Lingga mendapat bantuan sekitar Rp. 2 miliar dari Kementerian Sosial untuk program penanganan fakir miskin di daerah pesisir, pulau kecil dan perbatasan. Dana tersebut merupakan  bantuan modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 85 kepala keluarga (KK) Desa Resun Pesisir dari total  400 KK penerima se-Kabupaten Lingga.

“Saya juga sampaikan ke perwakilan Dinsos Lingga, Ibu Santi. Saya tanya sama beliau, jadi data yang saya kirim tiga kali pembaharuan itu mana? Apakah tidak masuk? Dirinya bilang masuk tapi permasalahannya dari kemensos itu sendiri mengatakan kalau perubahan data itu tidak mudah. Kalau begitu jika masih tetap menggunakan data seperti ini ya pastinya tidak akan perubahan untuk kedepannya,” sesalnya.

Kedepan diharapkan sebelum memberikan bantuan modal usaha, pihak Dinsos juga dapat melakukan pelatihan bagi sang penerima. Hal itu dilakukan agar nantinya warga penerima bantuan tersebut dapat menggunakan sebaik mungkin.

Sebagaimana diketahui bantuan UEP dari Kemensos tersebut akan direalisasikan bagi masyarakat di Kecamatan Lingga Utara yakni Desa Resun, Desa Pesisir, Desa Sungai Besar, Desa Duara, Desa Rantau Panjang, Desa Teluk serta Desa Belungkur.

“Itu jumlah nominal bantuannya per KK Rp. 2 juta untuk modal usaha. Jika disalurkan tidak tepat sasaran nantinya tidak berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat, kedepan kita kesulitan untuk mendapatkan bantuan ini lagi. Nanti pihak Kemensos menilai, untuk apa desa ini diberikan bantuan lagi, yang dulu saja tidak berhasil. Padahal ini akibat kesalahan dari pendataan yang masih tetap menggunakan data yang tidak akurat,” tutupnya.

Penulis : ruzi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here