TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Berdasarkan data persetujuan warga atas pendirian Tower di Gudang Minyak terdapat 11 warga yang bertanda tangan atas pendirian Tower tersebut.

Hal ini terlihat di Arsip pengajuan izin  Tower tersebut  yang berada di Dishub kota Tanjungpinang, yang ditanda tangani langsung oleh ketua RT 001, ketua RW 001, Lurah Tanjung Unggat, dan Camat Bukit Bestari.

Melihat hal itu, Sumarno salah satu warga Gudang Minyak yang Bersempadan langsung dengan Tower mengatakan bahwa dokumen tersebut diduga ada bentuk penipuan dan manipulasi data.

“Dari 11 nama tersebut ada 4 nama yang merupakan pasangan suami istri. Seharusnya cukup satu orang saja mewakili KK, tapi ini suami istri masuk semua. Terus ketua dan sekretaris RT yang juga masuk sebagai warga yang memberikan persetujuan, jelas jelas rumah mereka jauh dari radius yang dimaksud, kenapa bisa nama nya masuk ? Dan ada 1 nama nyonya Lan yang tidak pernah setuju berdirinya Tower tersebut kok namanya ada, dan ada dugaan tandatangan yang bersangkutan dipalsukan. Ini disinyalir ada Penipuan dan pemalsuan dokumen, bisa masuk kategori pidana ini jika benar,” ujar Sumarno.

Seperti foto dokumen yang berhasil diperoleh oleh media ini bahwa terdapat juga sketsa gambar kawasan sekitar berdirinya Tower. Kembali dijelaskan Sumarno bahwa dari sketsa gambar tersebut sudah jelas bahwa siapa-siapa nama warga yang seharusnya, namun gak sinkron antara sketsa gambar wilayah dengan nama nama warga yang setuju. Justru warga yang berada dalam sketsa gambar tersebut justru kebanyakan berada pada posisi menolak berdiri nya tower.

Terkait ketinggian Tower pun Simpang siur. Menurut data yang di lihat dalam arsip sketsa oleh Dishub bahwa ketinggian Tower 25M dan radius yang digunakan berdasarkan ketinggian Tower bukan berdasarkan Perda sebagaimana yang dimaksud anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ashady Selayar beberapa waktu yang lalu.

Ditempat terpisah, Kasi Perhubungan Udara Dinas Perhubungan kota Tanjungpinang Zulkarnain ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa Tower yang berada di gudang minyak memiliki ketinggian 27 Meter.

Ketika awak media menanyakan soal radius yang digunakan. Zul menjelaskan kembali, bahwa dasar yang digunakan adalah Peraturan menteri (Permen) tahun 2009 bukan Perda, sehingga radius yang dimaksud bukan 125% dari ketinggian Tower, melainkan radius hanya berdasarkan ketinggian Tower.

“Perda yang dimaksud tidak digunakan karena belum adanya Peraturan walikota (Perwako),jadi kita mengacu ke Permen,”sebutnya.

Hal ini bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang disampaikan Ashady Selayar anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang mengatakan bahwa radius mengacu ke Perda dengan radius 125% dari ketinggian Tower.

Hingga berita ini terbit ,belum diketahui pasti siapa yang membuat surat rekomendasi persetujuan warga atas berdirinya Tower Tanpa IMB itu yang terletak di jalan Gudang Minyak yang diduga dimanipulasi.

 

Penulis: akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here