TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Terkait Polemik Sebagian warga atas berdirinya Tower MCP milik Telkomsel di jalan Gudang Minyak yang diketahui belum mengantongi IMB, nekad melakukan aktivitas kembali, padahal sebagian warga secara tegas telah menolak berdirinya Tower tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media ini dilapangan, sejumlah alat untuk Tower tersebut di tambahkan, tampak para pekerja sedang memasang alat di atas Tower yang berketinggian 27 Meter tersebut.

Kasi perhubungan menara telekomunikasi di Dishub Kominfo kota Tanjungpinang Zulkarnaen tidak mengetahui hal tersebut, “saya check dulu dengan satpol ya,”sebutnya belum lama ini.

Namun, ketika ditanya Apakah dari Dishub sendiri tidak merekomendasikan pihak Satpol untuk di lakukan penyegelan karena sudah jelas melanggar aturan, agar tidak melakukan aktivitas apapun sebelum IMB terbit, Zul belum memberi jawaban akan hal ini.

Sementara PPNS kota Tanjungpinang Yudi Kurniawan mengatakan bahwa aktivitas tersebut hanya lah sebagai penambahan penguat anti petir, berhubung terkait perizinan masih dalam proses di BP2T kota Tanjungpinang.

Namun, ketika ditanya apakah aktivitas tersebut telah melanggar aturan sementara IMB belum dikeluarkan oleh BP2T, Yudi kembali bertanya kepada awak media ini “Menurut bapak boleh gak ya… Pak?” Tanyanya ketika dilayangkan konfirmasi melalui Whatshap.

“Saya tidak bilang boleh atau tidak boleh… Boss… Maksd mu apa ni boss?Logikanya gini aja Kalau rumah warga yang ada di sana  kenak petir diakibat tower tersebut, menurutmu seperti apa. Kemudian jika perangkat yang senilai lebih dari 100jt di letakkan di bawah kemudian hilang, kira-kira seperti apa pertanggungjawabannya pemilik lahan dengan pemilik tower….?,” Tambah Yudi, Minggu (12/12).

Dan mengapa baru sekarang ditambahkan alat penguat anti petir tersebut, Yudi menjelaskan jangan ditanya dirinya sebab masalah teknis masih ada dinas terkait yang bisa dikonfirmasi.

“Nampak kali kau mau mojokin aku ya, Udah kau tanya ke BP2T Terkait masalah ini rupanya, Karna perijinan kan yang keluarkan BP2T,”Pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris BP2T kota Tanjungpinang Said Husin beserta Kasi Pengawasan di Dinas tata kota dan Pengawas bangunan Edi Rifana belum membeberikan jawabannya terkait apakah boleh Tanpa mengantongi IMB aktivitas ditower dilakukan.

 

Penulis: AKOK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here