Nurmayana (Bertopi) usai memindahkan barang-barangnya ke fasum Kampung Harapan Swadaya Bengkong, Rabu (1/3). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com– – Nurmayana (42) meradang akibat bangunan rumah miliknya dihancurkan oleh Tim Terpadu saat melakukan proses eksekusi di Kampung Harapan Swadaya Bengkong, Kota Batam pada Rabu (01/03).

Hancurnya rumah milik Nurmayana diduga akibat kelalaian petugas dalam melakukan proses eksekusi. Beberapa bangunan milik warga diluar peta lokasi lahan objek eksekusi pun turut dirobohkan.

Nurmayana mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses eksekusi yang dinilai arogan. Menurutnya dalam peta eksekusi, rumah miliknya tidak termasuk dalam penggusuran. Namun saat proses eksekusi berjalan, satu unit alat berat justru merobohkan rumahnya.

“Eksekusinya arogan. Main hantam saja. Dia tau tidak, rumah saya itu tidak masuk dalam penggusuran. Pokoknya mereka harus perbaiki rumah saya. Saya tidak mau uang,” ucap Nurmayana dengan raut wajah kesal.

Nurmayana pun menegaskan jika rumahnya tidak segera di perbaiki, dirinya akan menempati fasilitas umum atau Posyandu yang ada di sekitar lokasi.

“Saya bangun rumah habis ratusan juta. kalau tidak dibangun kembali, saya akan tinggal disini.,” tegasnya sembari menyelamatkan barang-barang miliknya dari hantaman satu eskavator.

Sementara itu, 113 Kepala Keluarga yang bermukim di Kampung Harapan Swadaya Bengkong yang terkena penggusuran kebingungan untuk mencari tempat tinggal.

“Mau tinggal dimana kami pak, cari rumah sekarang susah. Bayarnya pun minta pertahun bayar dimuka. Kami tidak punya uang,” ungkap salah seorang warga sembari menghindari pertanyaan para pewarta.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here