Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello. Foto : jon cosmos

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Bupati Lingga H Alias Wello SIP tidak dapat menyembunyikan rasa kekecewaanya sehubungan informasi adanya oknum Kepala Desa di Kecamatan Senayang yang diduga menjual dua buah pulau pada investor dari luar Kabupaten Lingga. Kekecewaan orang nomer satu di Kabupaten Lingga ini di sampaikan saat membuka Musrembang Kabupaten Lingga beberapa waktu lala.

“Saya akan panggil kepala desa yang mengkavling lahan hijau itu, saya tidak mau apabila sampai hal ini terjadi, apalagi kalau tidak sesui dengan aturan-aturan yang berlaku” terang Alias dengan kesal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sijoritoday.com, ada oknum kepala Desa yang di sebut-sebut telah bekerjasama dengan salah seorang investor yang akan mengusaai pulau Bukit dan pulau Batang untuk membangun resort di daerah Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.
Tidak tanggung-tanggung investor tersebut sampai mencatut nama salah seorang menteri di Kabinet presiden Joko Widodo meski hal ini belum dapat di pastikan.

”Bupati marah besar, karena sebagai kepala daerah sampai dirinya tidak tau wajarlah kalau sampai beliau mau manggil oknum kades yang katanya mau jual pulau tersebut.”ujar salah seorang kepala Desa yang namanya engan di sebutkan.

Seperti di ketahui sejak awal Bupati Lingga Alias Wello dan Wakilnya M. Nizar memimpin negeri yang berjuluk Bunda Tanah Melayu ini, telah menekankan kepada masyarakat untuk tidak menjual lahan kepada investor. Lahan adalah investasi yang harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan. Namun bukan berarti dengan cara menjual.

“Masih ada cara lain untuk mendapatkan penghasilan dengan tidak menjual lahan. Penjualan lahan yang dimiliki masyarakat saja, saya tidak izinkan apalagi lahan hijau yang dikavling secara tidak sah,” tegas Alias Wello dalam pencanangan gerakan menanam beberapa waktu lalu.

Pemkab Lingga akan berupaya maksimal kesejahteraan masyarakat dengan program prioritas sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Lingga. Namun upaya yang dilakukan tidak bisa secara instan yang akhirnya menimbulkan efek kehancuran dimasa yang akan datang. Menurut Bupati lahan adalah aset penting, kalau semua lahan telah dimiliki pihak ketiga akan menyingkirkan keberadaan masyarakat Lingga sendiri.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here