Ilustrasi ASN, foto: net

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Pasca laporan DPD AMTI Kepri semakin memunculkan dugaan “Skandal Jabatan” yang telah terjadi di Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut semakin terkuak setelah KASN mengeluarkan Rekomendasi terkait pelanggaran yang telah terjadi dalam penempatan dan pelantikan pejabat OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dibawah kepemimpinan Nurdin Basirun.

Hal ini disampaikan oleh Adrian salah seorang pengurus DPD AMTI Kepri,”Kesalahan penempatan dan pelantikan pejabat kepri bukan baru kali ini tapi selama berapa kali pelantikan gak pernah bener selalu salah dan melanggar aturan,” ujar Adrian.

Ditambahkannya, bahwa persoalan penempatan dan pelantikan tersebut bukan hanya sebatas sebuah kesalahan tetapi merupakan bentuk pelanggaran atas ketentuan Perundang undangan yang berlaku.

“Ketua DPD AMTI Kepri bersama rekan rekan saat ini sedang berada di Jakarta karena ada pemanggilan dari Ombudsman RI atas laporan kita kemarin. Alhamdulillah, informasi yang kami terima bahwa laporan tersebut sudah memenuhi syarat untuk dilanjutkan karena memang jelas adanya dugaan pelanggaran atas ketentuan perundang undangan. Dan AMTI Kepri meminta agar pelantikan Pejabat di Pemprov Kepri itu harus dibatalkan semua bukan hanya nama nama yang direkomendasikan oleh KASN tersebut saja. Hal ini mengingat, prosesnya saja sudah salah dan melanggar ketentuan perundang undangan. Jadi tentu hasilnya juga cacat donk dan itu bersifat secara keseluruhan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, di salah satu media Sekretaris Daerah Provinsi Kepri T.S.Arif Fadillah menyatakan bahwa benar ada rekomendasi dari KASN, tetapi Sekda Kepri tidak membacanya. Surat itu pun langsung diteruskan ke (BKPSDM).

“Kami ada baca juga Statment Sekdaprov Kepri tersebut. Menurut kami ini hal lucu sebab Pak Sekda itukan Ketua Panitia Seleksi, kok terkesan buang badan dan gak bertanggung jawab gitu? Sudah jelas dalam UU bahwa dalam proses pengisian jabatan pimpinan tinggi itu, Gubernur sebagai Pembina Kepegawaian Daerah membentuk Panitia Seleksi dengan tugas melakukan seleksi bagi calon calon pejabat tersebut. Hasil dari panitia seleksi itulah yang kemudian dilantik. Nah, yang melanggar ketentuan inikan produk dari panitia seleksi yang diketuai oleh Sekdaprov Kepri. Kok dia bisa pula menyerahkan ke BKD masalah ini dan gak pakai baca lagi tu rekomendasi langsung teruskan ke BKPSDM. Itukan namanya gak bertanggung jawab,” akhir Adrian.

Awak media ini pun mencoba menelusuri keberadaan rekomendasi KASN, dan sepertinya ada upaya saling lempar melempar kesalahan yang telah terjadi dan mencoba menyimpan rapat rapat masalah tersebut. Ketika salah seorang pegawai provinsi kepri di BKD Kepri di tanyakan mereka juga enggan berkomentar.

Namun, salah seorang ASN Provinsi Kepri Sumantri Ardi, ST. MH mengatakan bahwa Pemprov Kepri saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Suasana kaku, saling curiga mencurigai, adanya blok blok sehingga berdampak pada kinerja.

“Saya akui pemprov kepri saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Soal munculnya desas desus rekomendasi KASN, saya percaya banyak pelanggaran yang sepertinya sengaja dilakukan untuk menghalangi sebagian ASN duduk di jabatan jabatan tersebut dan memberikan ruang jabatan bagi sekelompok lainnya. Ini fakta dan memang terjadi di pemerintahan kepri saat ini,” ujar ASN Kepri ini.

Ditempat yang terpisah, Komisioner KASN Noraida Mokhsen menegaskan pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai Undang-undang yang berlaku. Apabila rekomendasi yang dilayangkan ke Gubernur tidak dijalankan, pihaknya juga tidak segan-segan akan melaporkan hal tersebut ke Presiden RI Joko Widodo.

“Jika tidak dijalankan, KASN lapor Presiden. Menurut UU, presiden dengan kewenangannya dapat membatalkan apa yang sudah ditetapkan Gubernur,” ungkapnya kepada Sijoritoday.com, Sabtu (08/04) kemaren.

Diketahui, surat rekomendasi KASN itu berisi penegasan kepada Gubernur Kepri untuk membatalkan pelantikan sejumlah pejabat Eselon karena dinilai telah menyalahi aturan. Namun, pada saat ditelusuri surat rekomendasi dari KASN entah kemana rimbanya dan menjadi Misteri di Pemerintah Provinsi Kepri.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here