Ade Angga, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Santun dan peduli, itulah yang terpancar dari sosok seorang Ade angga. Seorang tokoh pejuang dan pergerakan kampus pada masa kuliahnya. Diusianya yang masih tergolong muda, ia sudah dipecaya memegang kendali partai, yakni menjabat sebagai ketua partai yang berlambang pohon beringin, untuk Kota Tanjungpinang.

Sosok Ade Angga yang masih tergolong muda pada usianya, sudah menduduki posisi di lembaga Wakil Rakyat. Ia baru duduk dan terpilih menjadi anggota dewan pada pemilu 2014 dan akan menjabat sampai 2019 mendatang. Namun, dipolitik Pemerintahan, Ade Angga bukan lagi orang  kemaren sore. Sejak pada masa kuliahnya sosok Ade Angga merupakan pejuang dan pergerakan mahasiswa. Ia merasa perjuangan dan pergerakan yang selama ini dia dapatkan dikampus telah menjadi dasar untuk untuk berjuang bersama rakyat dalam kancah dunia perpolitikan.

Organisator dan Idealisme, perebutan posisi dan beradu gagasan seperti yang terjadi dalam dunia politik pun sudah dilalui saat menjadi aktivis kampus dulu. Terbukti beberapa jabatan oragnisasi kampus pun pernah di embannya. Bahkan, pernah menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI).

Setelah tamat, diusia masih terbilang muda, kendali pimpinan sebuah partai berpengaruh dinegeri ini pun sudah ada di tangannya. Yakni, Partai Golkar untuk Kota Tanjungpinang. Tentu, kedudukan sebagai Ketua partai bukan sesuatu yang biasa.

Tak banyak partai politik yang mempercayai anak muda untuk menjadi pemimpin, tetapi itulah yang ditunjukan Ade Angga dengan kepemimpinannya dipartai tersebut. Padahal, dari segi senioritas, sudah pasti banyak kader yang lebih senior.

Kini, didewan, Ade Angga pun menunjukkan sesuatu yang luar biasa lagi. Meski menjadi orang baru dan belum berpengalaman dikursi Wakil Rakyat, namun ia langsung menempati posisi nomor dua , yakni Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang.

Pimpinan dipartai dan juga pimpinan didewan, tapi tetap saja Ade Angga tak berubah. Ia tetap biasa, Ramah dan rajin menyapa serta menghargai mereka yang senior. Ternyata, itu pulalah kunci kesuksesannya saat pemilu 2014 lalu. Keramahan serta kedekatannya dengan masyarakat mendongkrak perolehan suaranya.

Perolehan suaranya cukup signifikan waktu itu, yakni, mencapai 1.655 suara. Dari daerah pemilihannya Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota, peralihan kursi Golkar pun melonjak saat itu, yakni dua kursi. Selain Ade Angga sendiri, ada Simon Awantoko dari partai yang sama.

Kini, Ade Angga pun bukan politisi non parlemen lagi. Bahkan, dengan kedudukannya sebagai jajaran pimpinan di DPRD Kota Tanjungpinang, tentu gagasan atau ide yang ada mudah diimplementasikan. Tidak seperti saat masih jadi aktivis kampus dulu, idealisme masih sulit tersalurkan.

Mantan Presiden BEM UNRI ini pun berpandangan , kedududkannya sebagai wakil rakyat saat ini merupakan kelanjutan dari perjuanganya semasa mahasiswa dulu. Menampung aspirasi dan turun langsung untuk mendengar keluhan masyarakat. Bedanya, saat itu semangat idealisme itu kadang masih tersumbat, karena salurannya belum ada.

Ade Angga memang aktif berorganisasi sejak kuliah hingga saat ini. Baik oraganisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Bahkan, ia tidak jarang waktu itu melakukan advokasi hingga ke kampung-kampung di Pekanbaru, tempat perkuliahannya.

Namun, aktif diorganisasi, tak berarti prestasi dibangku kuliahan anjlok. Ade Angga juga memegang teguh prinsip itu. Terbukti, semasa kuliah ia menerima beasiswa dari berbagai sponsor karena prestasinya. Akhirnya biaya kuliahnya pun tidak bergantung semua pada orang tua.

”Kalau tak salah, orang tua hanya mengirimkan uang kuliah selama 2 atau 3 bulan. Sisanya saya dapat membiayai diri sendiri. Termasuk biaya kuliah dan biaya hidup,” kisahnya.

Bicara soal Tanjungpinang, Ade Angga menilai, hal yang harus di genjot Pemerintah Kota Tanjungpinang adalah menambah pemasukan bagi daerah. Menurutnya, Pemko harus begerak lebih cepat. Tentu, kuncinya, kemauan dan perencanaan yang baik disertai pengelolahan yang profesional.

Sektor jasa dan pariwisata, menurut Ade Angga, merupakan potensi besar yang akan memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah. Hanya, tentu sektor itu harus didukung perkembangannya dan dicari terobosan baru.

Disisi lain, pendidikan juga tidak boleh tertinggal. Tanjungpinang harus maju dalam bidang pendidikan. Ade Angga punya pandangan, sekolah nkejuruan atau SMK harus diperbanyak. Sebab, tenaga siap terampil siap kerja bisa dihasilkan lewat sekolah kejuruan.

Nah, satu hal lagi yang tak boleh terlupakan, yakni pembenahan infrastruktur. Seperti diketahui, saat ini Tanjungpinang mendapat keistimewaan untuk berinvestasi, dengan statusnya yang ditetapkan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ). Meski dikota gurindam ini, hanya dua daerah yang dijadikan lokasi FTZ, yakni Dompak dan Senggarang.

Sayang, karena infrastruktur yang masih belum memadai, keistimewaan sebagai kawasan FTZ itu terlihat belum berdampak. Belum ada tambahan Investasi yang signifikan. Bahkan, investor yang sudah menjajaki investasi di daerah ini pun tak jarang membatalkan niatnya karena permasalahan infrastruktur tadi.

Ade Angga yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Provinsi Kepri ini pun mengakui, dukungan masyarakatlah yang akan membuatnya tetap eksis untuk berbuat. Khususnya lagi, dukungan dari orangtua dan istri tercinta. Sejauh ini, dikatakannya, dukungan itu selalu didapatkannya ia terus diingatkan untuk tetap istiqomah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here