LINGGA, SIJORITODAY.com – – Bahtiar (31) tersangka Pungutan Liar (Pungli) yang tertangkap dalam Operasi tangkap tanggan (OTT) oleh tim Unit Saber Pungli

Kabupaten Lingga di atas kapal ro-ro KMP Sembilang, kini hanya dapat tertunduk lesu, berkasnya pun sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa dan siap diadili dimeja hijau.

”Berkasnya sudah lengkap dan kini memasuki tahap ke II untuk 20 hari kedepan kita titipkan ke Rutan,”ujar Kasi Intel Kajari Lingga, Evan Avturedi SH, MH yang sekaligus bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus tersebut, beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrap di panggil dengan nama Evan ini, pihak Kejaksaan akan melimpahkan Tersangka dan Barang Bukti (BB) ke Pengadilan untuk disidangkan di Tanjungpinang.

Dalam kasus OTT tersebut, Bahtiar yang diketahui berasal dari Aceh Selatan tersebut akan dikenakan pasal tentang pemerasan yakni pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan selama 9 tahun.

” Kalau ancaman untuk pemerasan itu di pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun. Tetapi tentunya kita melihat kadar kesalahannya. Ini kan cuma 1 juta sekian.” kata Evan.

Kasintel Kejaksaan Daek Lingga ini juga menambahkan, tersangka Bahtiar tidak termasuk didalam list anak buah kapal KMP Sembilang. Bahtiar bekerja untuk Nahkoda, artinya status Bahtiar bukan pegawai honor ASDP atau KMP Sembilang, melainkan bekerja untuk Nahkoda atau direkrut oleh Nahkoda yang diberi tugas membantu dikantin atau petugas Kantin.

”Menurut pengakuan tersangka, dia disuruh oleh Kepala Kerja untuk melakukan pemungutan uang kasur pada penumpang, kalau seandainya penumpang itu tidak mau bayar, kasur ditarik paksa dan uangnya disetor ke Nakhoda, katanya begitu,”Papar Evan.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya akan melihat pada fakta dipersidangan nanti, apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, apabila ada, maka tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain, namun semua itu tergantung dari fakta persidangan.

”Cuma yang baru dijadikan tersangka, ya satu ini. Dengan ancaman pemerasan.Kita lihat nanti nya difakta persidangan. Inti nya kami di Kejaksaan tidak bisa menter sangkakan orang.Ya,itu saja.Kami lihat difakta persidangan,seperti apa. Kalau seandai nya ada terlibat pihak lain,maka itu nanti akan menjadi pertimbangan Hakim di putusan,” imbuh Evan.

Penulis: Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here