Ketua DKTM Tanjung Irat saat diwawancara media. Foto : jh

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Kejaksaan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perangkat Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga terkait dugaan penyelewengan Dana Kepedulian Terhadap Penduduk (DKTM). Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, saat ini kasus yang menjadi perhatian  masyarakat Lingga tersebut telah ditingkatkan statusnya dari Penyelidikan ke Penyidikan pihak Kejaksaan setempat.

”Iya kita lanjutkan pemeriksaan kasusnya sudah di tingkatkan,”ujar Kajari Puji Triasmoro SH MH melalui Kasintel Kejaksaan Lingga, Efan Apturedi SH, Rabu (18/10).

Tidak banyak informasi yang didapat dari pria ini, hal ini dikarenakan saat ini pihak kejaksaan masih engan memberikan keterangan lebih lanjut terkait dengan kasus DKTM di Desa Tanjung Irat tersebut.

”Nanti akan kita sampaikan sama teman-teman media, namun saat ini kami masih konsentrasi dulu pada pemeriksaan yang jelas kasusnya lanjut dan statusnya kasusnya sudah kita tingkatkan pemeriksaan saat ini masih berlangsung di ruangan Seksi Pidana Khusus,”imbuhnya.

Saat disinggung apakah sudah ada penetapan tersangka terhadap kasus tersebut, lagi-lagi Efan memberi isarat untuk bersabar dulu.

”Tunggu tanggal mainya.”tegasnya.

Seperti diketahui kasus DKTM Desa Tanjung Irat sudah satu bulan lebih bergulir, sejumlah perangkat Desa mulai dari Kepala Dusun, Sekretaris Desa hingga Kepala Desa dan bahkan pihak perusahaan Growa Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan pasir di Desa Tanjung Irat di mintai keterangan pihak Kejaksaan.

Ketua DKTM Desa Tanjung Irat, Jasmin selaku pihak yang disebut-sebut bertanggungjawab atas pengunaan dana tersebut juga di mintai keterangan, meskipun Jasmin yang juga selaku Bendahara Desa Tanjung Irat membantah bahwa mengunakan dana DKTM kurang lebih Rp 200 juta tersebut namun sejumlah bukti dan keterangan dari sejumlah pihak mengarah pada dirinya.

”Uang itu semua di pegang sama Jasmin laporan dan pengunaan dana itu kami tidak tau.”Ujar Arifin Sekretaris tim DKTM Desa Tanjung Irat.

Senada dengan Arifin, Samsudy Kepala Dusun Setawar Desa Tanjung Irat yang juga menjabat sebagai Bendahara Tim DKTM mengaku tidak mengetahui pengunaan dana-dana dari DKTM, hal ini di karenakan Jasmin selaku Ketua tim dinilai kurang transparan dalam pengunaan dan pengelolaan dana milik masyarakat tersebut.

Di tambahkan Arifin dari Rp 500 juta lebih dana DKTM yang di terima perusahaan Jasmin selaku ketua tim tidak dapat mempertangumgjawabkan kurang lebih Rp 200 juta hal inilah yang menyebabkan hingga saat ini penerangan PLN di Desa Tanjung Irat yang mengunakan dana DKTM menjadi terkendala.
Penulis : jhoni p

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here