Foto : ades

PEKANBARU, SIJORITODAY.com– – Hingga saat ini Kejaksaan Tinggi Riau masih  Menunggu hasil dari tim ahli UNRI terkait dugaan kasus korupsi proyek Rungan Tanaman Hijau (RTH), Kaca Mayang senilai 8.7 milyar rupiah. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, SH MH, minta tetap bersabar untuk penetetapan tersangka.

“Kita sebagai penyidik tidak kesah-kesah untuk tetapkan orang jadi tersangka, karena kita masih menunggu dari hasil ahli laboratoris tersebut,” kata Asisten Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta, Senin(13/11), kepada wartawan.

Dikatakannya, dua bulan setelah Surat Perintah Penyidikan untuk dua RTH tersebut diterbitkan pada bulan Juni lalu, Kejati Riau sudah meminta bantuan ahli dari Universitas Riau untuk melakukan audit terhadap RTH Kaca Mayang.

Kemudian telah dilakukan ekpsos antara penyidik dan tim ahli tersebut serta telah disampaikan pula konsep hasil sementara. Namun hingga bulan November ini, tim ahli dari Universitas Riau tak kunjung menyampaikan hasilnya dan tidak ada progres.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak Universitas Riau, namun ternyata belum ada hasilnya. Penyidik juga tidak bisa diintervensi dengan melama-lamakan waktu, sehingga kita sebagai penyidik mengambil inisiatif menjajaki saksi ahli dari Universitas di Sumatera Utara. Alhamdulillah gayung bersambut dan saat ini kita mintai untuk menilai pekerjaan RTH Kaca Mayang tersebut,” ujar Sugeng.

Proyek Ruangan Tanaman Hijau di lokasi di jalan jenderal Sudirman, Pekanbaru itu yang di bangun oleh Dinas Cipta Karya Pemprov Riau senilai Rp.8,7 milayar dianggarkan tahun 2016 lalu.

Penulis : ades

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here