BATAM, SIJORITODAY.Com– – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus mencari solusi untuk masyarakat Batam yang tinggal di perumahan liar (ruli). Salah satunya adalah dengan menggandeng NGO Habitat For Humanity Indonesia untuk menyediakan rumah gratis bagi mereka.

“Mereka punya konsep membangun rumah untuk masyarakat kurang mampu,” ujar Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taopan di kantornya, Rabu (21/2/2018).

BP Batam dan Habitat For Humanity Indonesia akan membahas detil teknis kerja sama ini. Rencananya Deputi Bidang Pelayanan Umum Bambang Purwanto akan memimpin tim BP Batam untuk pembicaraan lebih lanjut.

“Agenda selanjutnya akan mebahas soal waktu dan lokasi relokasi,” ujar Taopan.

National Director Habitat Kemanusian Indonesia David G Andre Ardhani mengatakan, akan ada tiga pihak yang terlibat dalam kerjasama ini. BP Batam akan bertindak sebagai penanggungjawab pembangunan. Sementatra NGO Habitat For Humanity Indonesia akan menggandeng pihak ketiga.

Konsep yang ditawarkan oleh NGO ini cukup sederhana. Pihaknya akan membangun rumah siap huni type 28,5 meter persegi. Rumah yang telah dibanguna akan dihibahkan kepada masyarakat ruli yang disasar oleh BP Batam.

Sementara biaya pembangunan akan diambil dari penggalangan dana pihak ketiga. Salah satu upayanya dengan menggelar kegiatan Cycle of Property, yang melibatkan peserta dari beberapa negara tetangga.

Rencananya akan ada seribuan peserta yang hadir pada event yang dilaksanakan pada 14 hingga 15 April mendatang. “Kegiatan ini akan menjadi ajang penggalangan dana pembangunan,” ujar David.
Habitat For Humanity Indonesia sudah punya pengalaman panjang dalam menyediakan hunian bagi Masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR) di Batam. Sejak 2004 NGO ini sudah membangun 2.369 rumah bagi MBR.

“Seluruhnya diberikan secara cuma-cuma kepada yang membutuhkan,” katanya.

Tahun 2018 rencananya akan membangun seribu rumah lagi di kawasan Kabil dan Nongsa. Sejauh ini sudah 669 unit rumah type 28,5 yang siap dibangun.

Ada beberapa kriteria masyarakat yang jadi sasaran Habitat For Humanity Indonesia. Penerima bantuan harus masyarakat kurang mampu, tinggal di rumah tak layak huni dan hanya punya satu rumah.

Penulis : sito3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here